;

Rabu, 29 Oktober 2008

MEMBANGUN PEMBERDAYAAN EKONOMI RAKYAT MELALUI KEMIRI SUNAN


Apabila diasumsikan produktivitas per pohon kemiri sunan pada usia diatas 7 Th mencapai 300-500 kg biji kering per tahun dan harga biji kering sebesar Rp. 300,- s/d Rp 500,- /kg (ditempat), maka untuk satu pohon akan diperoleh pendapatan sebesar Rp 90.000,- s/d Rp 250.000,- per tahun (tergantung perawatan ).

Untuk jarak tanam 6 x 6 meter, dalam 1 ha akan tertanam 289 pohon maka pendapatan petani dalam 1 Ha minimal Rp 25.000.000,-/Tahun , satu pendapatan yang menjanjikan untuk para petani.

Jika dilakukan penaman pada lahan kritis di Indonesia yang luasnya 59,2 juta ha, maka akan tertanam 15 milyar pohon. Berdasarkan asumsi di atas maka akan diperoleh 7,4 Milyar ton biji kering per tahun dan diperoleh minyak 5,92 Milyar ton minyak per tahun. Sebuah pendapatan per tahun yang sangat FANTASTIS.

Ditingkat pengusaha pengolahan minyak, apabila diasumsikan 1 liter biodiesel diperoleh dari 2,5 kg biji kering, untuk harga solar Rp 4.300,-/Ltr s/d Rp 7.000,- (untuk industri Oktober Th 2007) dengan harga bahan baku Rp 750,-s/d Rp 1.250,- dan biaya proses Rp 1.750,- per liter, maka didapatkan keuntungan sebesar Rp 1.300,-s/d Rp 4.000,- per liter (Bruto) tergantung Infrasruktur .

Jika produksi total lahan kritis seperti di atas maka PEMERINTAH berhasil mengatasi masalah lahan kritis serta pengadaan bahan bakar, serta mendapat pemasukan tambahan PAJAK yang sangat Fantastis.

Hal tersebut di atas baru didasarkan pada fakta lahan kritis, padahal pada kenyataannya masih sangat banyak lahan yang sangat potensial, antara lain daerah aliran sungai (DAS), lahan hutan dan lahan tidak produktif lainnya, seperti area di sepanjang jalan, di kanan-kiri lajur jalan berpotensi ditanam.

Selain diambil bijinya, kemiri sunan juga bermanfaat sebagai peneduh dan penghijauan jalan (jalur hijau).

Sebagai contoh apabila 10 % dari panjang ruas jalan desa di Kabupaten akan tertanam kemiri sunan sekitar 10 ribu pohon yang terdapat di kanan-kiri jalan (jarak tanam 6 Mtr) dan diharapkan ada juga penanamam di seputar Waduk didaerah Green Belt yang luasannya kurang lebih 300 Ha untuk menahan Erosi . Apabila budidaya tersebut dikelola oleh masyarakat sekitar , dapat diperkirakan berapa besar pendapatan per tahun yang akan diperoleh.

Apabila semua lahan kritis, daerah aliran sungai (DAS), lahan hutan dan lahan tidak produktif di Indonesia ditanami kemiri sunan, dan mampu terealisasi secara keseluruhan, maka triple track akan terpenuhi yaitu Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Menurunkan Pengangguran dan Mengurangi Kemiskinan.

Triliunan rupiah dapat dipastikan menjadi pemasukan negara per tahunnya dan mampukah hutang luar negeri akan terbayar ?

Kemiri Sunan Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah
Indonesia mempunyai lahan luas yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang dapat digunakan sebagai lokasi penanaman dan budidaya. Dari aspek lingkungan, karakteristiknya sangat sesuai sebagai tanaman rehabilitasi, bijinya yang mengandung minyak mampu meminimalkan aksi penebangan untuk diambil kayunya, bahan bakar nabati (BBN) lebih ramah lingkungan karena emisi gas buangnya rendah dan dapat diperbaharui karena berasal dari bahan alami terbarukan, pupuk yang dihasilkan merupakan pupuk organik, serta dapat digunakan sebagai pestisida alami.

Dari aspek ekonomi, dengan meningkatnya harga BBM dan tingginya volume permintaan pasar maka pengembangan BBN cukup menjanjikan. Dengan mengembangkan BBN, sekaligus akan dapat dicapai peningkatan pasokan energi dan pemberdayaan ekonomi rakyat serta dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar para pelaku kegiatan ekonomi sampai pada grass root, misalnya Nelayan.

Dari aspek teknologi, pembuatan BBN dan pengolahan limbahnya menjadi pupuk dan biogas telah dikembangkan di dalam negeri.

Untuk merealisasikan upaya tersebut terdapat berbagai kendala yang merupakan pokok masalah, baik pada level penanaman, budidaya maupun pengolahan pasca panennya .
Selain itu perangkat hukum dan tata niaga komoditas ini menjadi pokok masalah berikutnya. Untuk itu, sangat dibutuhkan perangkat sistem yang kuat dan tidak bersifat parsial atau sepotong-sepotong.

Alternatif Solusi
Untuk menerapkan rencana penanaman Kemiri Sunan sebagai salah satu tanaman rehabilitasi lahan kritis sekaligus sumber penghasil minyak sebagai bahan bakar terbarukan tentu tidaklah mudah. Pengadaan stok tanaman berupa bibit untuk tujuan rehabilitasi lahan seluas Indonesia dan produksi minyak untuk pemenuhan kebutuhan bahan bakar merupakan kendala utama dan perlu waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Penanaman secara luas merupakan solusi untuk menjawab masalah tersebut, namun untuk menjamin ketersediaan bibit pohon dan bahan baku untuk produksi minyak secara kontinyu dibutuhkan pemilihan sistem yang tepat dan terarah. (Informasi lebih lanjut hubungi pengelola blog ini)

Tidak ada komentar: