;

Minggu, 08 Juni 2008

KERUGIAN AKIBAT PENGGUNAAN BENIH KELAPA SAWIT PALSU


Benih sawit palsu adalah benih yang tidak berasal dari sumber benih kelapa sawit legal (lihat daftar sumber benih sawit). Umumnya dipasarkan secara perseorangan atau oleh perusahaan, dengan menyebutkan bahwa benih diperoleh dari sumber benih legal, berasal dari Malaysia atau dengan memalsukan label sumber benih legal.

Konsumen diharapkan tidak mudah terkecoh dengan penawaran demikian apalagi saat ingin mendapatkan benih, karena kerugian penggunaan benih palsu sangat nyata.

Dan seperti apakah kerugian yang dapat dialami konsumen akibat menggunakan benih tidak bermutu tersebut.

1.Berbuah lambat. Pohon kelapa sawit yang berasal dari benih palsu agak lambat (+ 48 bulan) sedangkan yang berasal dari benih unggul hanya 36 bulan.

2.Produksi Rendah. Produksi TBS lebih rendah (<20 ton/ha/tahun) TBS dan cenderung terus menurun.

3.Proses pengolahan tidak efisien. Proses pengolahan TBS efisien sebagai akibat dari tingginya porsentase buah dengan cangkang tebal (DURA), padahal pabrik pengolahan di design untuk cangkang tipis (TENERA). Ketebalan cangkang yang berbeda mengakibatkan pemanasan biji tidak merata dan hasil proses bantingan (crecker) tidak sempurna dan pemisahan kernel dengan cangkang juga tidak sempurna.

4.Kerugian finansial dan ekonomi. Karena tingkat produktivitas yang rendah, maka tingkat penerimaan/pendapatan juga menjadi lebih rendah serta kerugian waktu sebagai akibat terdeteksinya tanamanan yang menggunakan benih palsu setelah memasuki masa berbuah, maka penanaman kelapa sawit akan kehilangan waktu untuk menggantikannya dengan benih unggul.

Melihat kerugian di atas tentunya tidak ada alasan bagi siapapun untuk menggunakan benih tidak bermutu alias benih palsu.

Tidak ada komentar: