;

Senin, 18 Februari 2008

MENDUGA TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PERBENIHAN PERKEBUNAN MELALUI MILIS


Preferensi masyarakat menggunakan benih[1] bermutu akan sangat dipengaruhi tingkat pengetahuan yang dimilikinya. Pengetahuan tersebut diperoleh dari pengalaman langsung, informasi dari otoritas tertentu, melalui media massa atau akibat efek buzzing (informasi dari mulut ke mulut).

Pemahaman kita terhadap tingkat pengetahuan masyarakat tentang benih perkebunan masih sangat terbatas. Apalagi penelitian terhadap hal tersebut masih jarang dilakukan. Namun dari banyaknya kasus petani yang masih menggunakan benih tidak bermutu, maraknya kasus peredaran benih palsu (tidak jelas asal usulnya), yang melibatkan pihak swasta bahkan para aparat pemerintah sebagai distributor atau pelindung. Mengindikasi rendahnya pengetahuan masyarakat tentang benih perkebunan. Tentu masyarakat tidak mudah terkecoh oleh oknum-oknum yang menawarkan benih yang diklaim bermutu jika mengetahui prosedur mendapatkan dan kriteria dari benih berkualitas tersebut.

Pengukuran tingkat pengetahuan masyarakat tentang perbenihan mutlak diperlukan, melalui proyek penelitian komprehensif. Namun pendugaan pengetahuan masyarakat tentang benih bermutu, disamping melalui sebuah penelitian, masih dapat dilakukan dengan menjaring pandangan-pandangan masyarakat tentang benih. Baik melalui opini, pandangan, atau komunikasi tulisan atau lisan yang dipublikasikan melalui berbagai media komunikasi. Sehingga dapat diketahui apakah pandangan masyarakat tentang benih bermutu itu, cara memperolehnya dan jaminan kualitasnya. Sekaligus menjadi indikasi, walapun tidak sebagai gambaran mutlak, dari tingkat pengetahuan masyarakat secara umum.

Pertukaran Informasi melalui Milis
Di era cybernet ini, milis menjadi salah satu media komunikasi yang sering dimanfaatkan masyarakat. Menurut Ferdianto (2005) milis adalah sekelompok orang dengan minat yang sama dan berkumpul dalam satu komunitas, dimana setiap orang di dalamnya bisa melakukan kontak ke seluruh member lainnya. Milis merupakan sarana komunikasi menggunakan jaringan internet yang menghubungan berberapa email menjadi satu grup. Setiap info yang dikirimkan anggota ke alamat milis secara otomatis akan terkirim ke seluruh alamat email anggota yang lain.

Contoh layanan milis yang cukup populer adalah www.yahoogroups.com, www.groups.or.id atau www.collist.com. Topik yang dibahas dalam milis bersifat spesifik, mulai dari masalah sosial, politik hobi hingga promosi produk. Misalnya milis kehutanan, seperti Tanhutbun dengan alamat www.tanhutbun@yahoogroups.com membahas isu pengrusakan hutan akibat pengembangan perkebunan.

Jumlah email yang tergabung dalam sebuah milis bervariasi. Bisa mencapai ratusan bahkan ribuan. Misalnya milis Indonesia-2001 merupakan salah satu milis yang cukup populer yang memiliki anggota sebanyak 8.123 orang. Atau milis Melayucyber yang memiliki anggota sebanyak 5.123 orang.

Para marketing sering menjadikan milis sarana mempromosikan produk. Hanya dengan mengirimkan informasi melalui milis maka secara otomatis akan terkirim kepada seluruh anggota, yang jumlahnya bisa mencapai ribuan orang. Dan biaya melakukan promosi tersebut relatif murah. Banyak markerter ikut menjadi anggota milis untuk dapat mempromosikan produknya.

Sejumlah milis melarang penyebaran info yang bersifat promosi. Karena milis tersebut khusus ditujukan untuk sarana bertukar pikiran. Meskipun demikian terdapat sejumlah milis dibangun khusus untuk berpromosi. Misalnya, agromedia dengan alamat www.agromedia@yahoogroup.com atau mitra tani dengan alamat www.mitratani@yahoogroup.com. Dimana ratusan informasi produk-produk pertanian tersebar pada milis ini setiap harinya.

Dugaan Tingkat Pengetahuan Pada Milis Agromedia
Pertukaran informasi tentang benih perkebunan melalui milis dapat menjadi sarana pendugaan tingkat pengetahuan masyarakat tentang perbenihan. Melalui pesan yang disampaikan pada milis dapat ketahui apa sesungguhnya yang dipahami masyarakat tentang perbenihan.

Hingga saat ini belum ada milis berbahasa Indonesia yang khusus mendiskusikan benih perkebunan. Namun benih perkebunan menjadi salah satu topik yang dibahas pada sejumlah milis perkebunan atau pertanian, Dan Agromedia, dengan alamat www.agromedia@yahoogroup.com menjadi milis pertanian terpopuler saat ini, dengan jumlah keanggotaan sebanyak 5.365 orang.

Dari pengamatan penulis terhadap arus informasi dimilis pertanian ini, untuk perbenihan, bibit jarak pagar dan bibit kelapa sawit menjadi topik yang sering dibahas. Sejak tahun 2006 hingga tahun 2008 info tentang benih sawit sebanyak 12 pesan. Info tentang bibit jarak pagar adalah yang terbanyak, yakni sebanyak 64 pesan.

Info yang disampaikan berupa penawaran dan permintaan bibit. Atau pertanyaan tentang dimana dan bagaimana mendapatkan benih sawit atau jarak pagar berkualitas. Hal ini menunjukan kedua komoditas ini cukup prospektif bagi anggota milis.

Namun dari seluruh pesan yang masuk, info yang yang disampaikan tentang penyediaan benih cenderung tidak akurat [2]. Misalnya saja pesan penawaran dari salah satu anggota milis.:

Kami punya bibit jarak (jatropa curcas) umur sekitar 10 bulan tinggi up 40 cm, jumlah sekitar 100 ribu batang. Harga cabutan 450/batang, polybag 750/batang. Jika berminat bisa menghubungi kami ke ......................[3]

Info merupakan respon dari pesan anggota milis lainnya yang membutuhkan benih jarak untuk pembangunan kebun produksi seluas 100 ha.

Informasi ini jelas kurang tepat. Bibit yang ditawarkan tidak jelas asal usulnya dan disediakan secara perseorangan. Padahal bibit jarak pagar bermutu hanya dapat diperoleh dari sumber benih yang telah ditetapkan pemerintah. dan pelum dapat disediakan secara penangkar.

Sedangkan untuk benih kelapa sawit terdapat beberapa pesan penawaran bibit yang juga kurang akurat. Bahkan ada juga penawaran benih impor yang belum mendapat izin masuk ke Indonesia.

Kami memiliki bibit sawit ada yang tertarik

Saya punya bibit supergene asal Malaysia @ RM 12,5 perkecambahan, 21 bulan 1,7 ton/ha

Padahal bibit sawit yang bermutu hanya dapat diperoleh melalui 7 sumber benih kelapa sawit di Indonesia, yakni PPKS Medan, PT Lonsum, PT. Socfind, PT. Tania Selatan, PT. Asian Agri dan PT. Dami Mas. Dan tidak disediakan secara perseorangan. Kecuali penangkar yang melakukan waralaba dengan salah satu dari sumber benih tersebut, namun jumlah mereka terbatas dan hanya ada pada beberapa propinsi. Dan hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan izin pemasukan benih supergene asal Malaysia ke Indonesia

Namun dari munculnya pesan permintaan benih, khususnya untuk benih kelapa sawit , mengindikasikan keberadaan sumber benih masih asing bagi masyarakat.

Saya butuh 1000 biji/kecambah kalau ada rekan-rekan yang tahu, tolong diinformasikan di mana mencarinya...........

Selamat pagi mohon informasinya dimana saya bisa dapat biji bibit sawit unggul..?? lokasi saya di bontang-Kalimantan Timur..........

Saya ingin mencari bibit sawit untuk tanah 45 ha mohon infonya, lokasi saya di riau Sumatera.........


Istilah-istilah terkait penyediaan benih bermutu seperti PPKS, Tania Selatan, sartifikasi, Psifera, SP2BKS tidak pernah disebutkan. Demikian halnya untuk jarak pagar, nama sumber benih jarak pagar seperti Puslibangbun, varietas IP1 atau IP2, juga tidak pernah muncul. Tanpa pengetahuan terkait hal-hal tersebut, sulit bagi si calon konsumen mengikuti jalur yang benar mendapatkan benih.

Meskipun kondisi di atas tidak serta merta memastikan tingkat pengetahuan masyarakat yang sesungguhnya, namun dapat menunjukkan bahwa sejumlah pengguna atau pemasar benih belum memiliki pengetahuan tentang perbenihan yang baik. Dan jika interaksi yang terjadi melalui milis berkembang menjadi transaksi, mereka yang membutuhkan benih akhirnya tidak memperoleh benih yang bermutu.

Oleh sebab itu, kondisi di atas menunjukkan penyebaran informasi yang tepat tentang perbenihan perkebunan bagi masyarakat masih perlu dilakukan dan lebih ditingkatkan lagi. Pengetahuan yang tepat dasar bagi masyarakat dalam mengambil keputusan yang tepat.

Dan milis dapat menjadi salah satu sarana penyebaran pengetahuan, melalui pengiriman informasi perbenihan yang dikemas secara menarik dan sederhana sehingga mudah dipahami. Atau melalui jawaban akurat bagi mereka yang membutuhkan informasi tentang benih.

Melalui penyebaran informasi yang tepat menggunakan berbagai media informasi maka masyarakat diharapkan akan lebih mengerti tentang benih bermutu itu sendiri.


Keterangan
[1] Benih dalam hal ini mencakup semua bagian tanaman yang bisa digunakan untuk perbanyakan. Bisa berupa biji, stek, bibit dsb. Dan benih disini tidak disamakan dengan biji.
[2] Kesimpulan diperoleh setelah penulis melakukan analisa terhadap keseluruhan pesan yang masuk antara tahun 2006 sampai dengan 2008. Namun karena keterbatan ruang penulisan maka keseluruhan pesan tersebut tidak saya munculkan dalam tulisan ini.
[3] Sehari setelah penawaran benih jarak pagar disampaikan (Feb 2008)

Tidak ada komentar: