;

Minggu, 01 Maret 2009

BAKRIE SUMATERA PLANTATIONS KEMBANGKAN BENIH UNGGUL SAWIT


Tren peningkatan nilai ekonomis minyak sawit dan produk turunannya di pasar internasional mendorong BSP mengembangkan material Tenera secara komersial dengan bibit dari Costa Rica di Seed Garden Project, Kisaran, Sumatra Utara.

Arie Wibisono, Support Vice President BSP, mengatakan benih unggul itu memungkinkan penanaman kelapa sawit lebih banyak yaitu dari 140 pohon per ha menjadi 160 pohon per ha.

Benih baru itu ditargetkan bisa menghasilkan 40 ton tandan buah segar per ha dengan tingkat rendemen 25% dan masa produksi lebih dari 25 tahun.

"Kalau perhitungan kami produksinya bisa dinaikkan sekitar 10 ton per ha menjadi lebih dari 40 ton per ha. Kebun benih kami akan mulai berproduksi pada 2011," katanya di Kisaran, kemarin.

Harga benih sawit di pasar, sambungnya, berada pada kisaran Rp6.000 per biji. Dia memperkirakan BSP dapat menjual di bawah harga itu pada saat benih tersebut di lempar ke pasar.

Bambang Eka Syahputra, manajer Seed Garden Project, menambahkan produksi benih dari pohon induk yang didatangkan dari Kosta Rica itu akan mencapai 3,8 juta benih pada 2012 dan melonjak menjadi 6,6 juta pada 2014.
"Potensi produksi akan dicapai pada 2018 dengan jumlah 15 juta benih. Kami juga bisa meningkatkan kapasitas produksi benih menjadi 50 juta benih,"katanya.

Proyek Kerja Sama
Seed Garden Project merupakan kerja sama BSP dengan ASD de Costa Rica sebagai penyedia tanaman induk dura dan tanaman induk psifera, yang akan menghasilkan Tenera komersial.

Pembangunan kebun induk dilakukan pada 2006-2009 dengan total areal 262 ha di Serbangan Estate, Kisaran terdiri dari 7 ha pembibitan dan kebun induk 255 ha.

Bambang menjelaskan pembangunan nursery seluas tujuh ha itu dimulai pada 1 Agustus 2006.?

"Agar kebun induk bisa berproduksi pada 2011, kami membangun DxP test cross seluas 170 ha sebagai tempat seleksi calon pohon induk.? Bibitnya akan masuk Maret 2008."

Arie melanjutkan kelapa sawit yang dibudidayakan di Indonesia biasanya tumbuh dengan daun yang panjang dan relatif tinggi sehingga pada beberapa tahun sulit dipanen karena tinggi pohon itu.? Sedangkan panjang daun membatasi populasi pohon sekitar 140 batang per ha.

Dengan bibit dari Costa Rica itu, katanya, tinggi pohon menjadi lebih lambat dan panjang daun lebih pendek sehingga mempermudah pemanenan dan memungkinkan penanaman menjadi 160 pohon per ha.??

Sifat unggul itu, ujar Arie, memungkinkan produksi yang lebih banyak dibandingkan dengan kelapa sawit yang biasa ditanam di Tanah Air.

Meski Seed Garden baru berproduksi pada 2011, jumlah produksi komersial sekitar 600.000 bibit baru cukup untuk memenuhi kebutuhan kebun BSP sendiri, Arie mengklaim sudah menerima pesanan dari sejumlah investor (Lutfi Zainudin)

Sumber: Bakrie & Brothers

Tidak ada komentar: