;

Kamis, 20 Mei 2010

TEKNIK KULTUR JARINGAN, UPAYA PERCEPATAN PEMBENIHAN TEBU


Pemerintah telah menetapkan target produksi gula sebesar 5,7 juta ton pada tahun 2014 sebagaimana tertuang dalam cetak biru Road Map Swasembada Gula Nasional 2010—2014. Untuk mendukung terwujudnya swasembada gula tersebut, dibutuhkan ketersediaan benih tebu yang cukup besar, yaitu kurang lebih 39 milyar stek/benih siap salur.

Salah satu alternatif yang akan ditempuh dalam penyediaan benih tebu adalah menggunakan benih kultur jaringan yang relatif dapat mempercepat sekaligus menjamin mutu benih tebu. Selama ini penyediaan benih tebu dilaksanakan melalui pembangunan kebun benih tebu berjenjang (KBP, KBN, KBI, KBD) yang memerlukan waktu ± 2 tahun, sedangkan benih asal kultur jaringan, sebelum digunakan di Kebun Tebu Giling (KTG) ditanam dulu di Kebun Benih Datar (KBD) yang hanya membutuhkan waktu ± 7 bulan.

KULTUR JARINGAN adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti protoplasma, sel, sekelompok sel, jaringan dan organ, serta menumbuhkannya dalam kondisi aseptik, sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali. Benih tebu asal kultur jaringan yang akan ditanam pada kebun pembenihan (KBD) adalah dalam bentuk bagal mikro generasi ke-2 atau dikenal dengan benih tebu G 2, spesifikasi dari benih tebu G 2 adalah bagal mikro berdiameter 10 – 18 mm dengan jumlah mata dorman yang viable sebanyak 6 – 8 mata per bagal.

Langkah-langkah pembenihan tebu asal kultur jaringan

1. Bagal mikro (G 2) siap salur sebelum didederkan terlebih dahulu dipotong menjadi budset yang terdiri dari 1 mata tunas.

2. Untuk menghindari kematian tunas, maksimal 3 hari sejak dikirim dari sumber benih harus sudah dilakukan pendederan.

3. Lahan dederan/semaian sebelum digunakan harus digemburkan dan diberi pupuk kompos. Perawatan dederan hingga siap transplanting ke kebun benih berumur 6-8 minggu setelah tanam.

4. Dederan tebu siap transplanting ke kebun benih (Kebun Benih Datar).

5. Pembangunan kebun benih tebu asal kultur jaringan, mulai dari persiapan lahan, pemeliharaan, pengendalian gulma, dan kultivasi kebun benih harus sesuai dengan petunjuk teknis penyelenggaraan kebun benih.

Teknologi penyediaan benih tebu asal kultur jaringan telah dikembangkan oleh P3GI, BB Biogen, dan beberapa PG. Sampai saat ini di P3GI telah tersedia ± 1,2 juta benih G 2 yang siap untuk disebarkan ke petani.Dalam rangka mensosialisasikan pembenihan tebu asal kultur jaringan kepada petani, pada tahun 2010 akan dilaksanakan demplot di beberapa Provinsi, yaitu : Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Lampung, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, dan Provinsi Gorontalo. (Sumber: Direktorat Perbenihan dan Sarana Produksi Perkebunan)

Tidak ada komentar: