;

Jumat, 25 September 2009

" SI KOPYOR' KOPI UNGGUL ASAL LEMBAH KINTAMANI


Si kopyor adalah salah satu jenis kopi lokal yang cukup diminati petani. Mengapai tidak, selain memiliki produksi tinggi, kopi ini relatif tahan terhadap kekeringan. Bahkan karena keunggulannya petani di sentra pengembangan kopi di Bali enggan memakai jenis lain selain si Kopyor. Di Propinsi Bali Kopi jenis ini banyak ditanam oleh petani lembah Kintamani.

Petani Bali biasa menyebutkan kopi jenis Arabika ini dengan nama Arabika Kopyor” karena buahnya banyak. Dan di beberapa petani menamai dengan nama” Kopi Arabika jenis ”Arob” yang dalam bahasa daerah berarti daunnya tetap rimbun walaupun kekeringan melanda. Bentuk daun kopyor oval agak lonjong, sedangkan Lini S795 lonjong agak sempit bergelombang dan ujung daung meruncing.
Adapun karakteristik unggul dari kopi unik ini antara lain produksi bisa mencapai 1,2-2 ton/thn/ha lebih tinggi dari klon Lini S795 yakni sekitar 1-1,5 ton/thn/ha. Type pertumbuhan kopyor pendek dan cabang melebar kesamping, sedangkan Lini S 795 tinggi melebar dan menutupi batang. Sehingga penanaman per ha bisa lebih banyak, dan sanitasi kebun lebih baik. Konon keunggulan ini tidak terdapat pada klon lain di lokasi tersebut.

Keunggulan lainnya ”si Kopyor” relatif lebih tahan kekeringan jika dibandingkan dengan Lini S 795. Serta resisten terhadap OPT penting seperti nematode, PBKo (pengerek buah kopi) dan karat daun yang menjadi momok bagi petani kopi. Menariknya lagi, cabang kopyor merupakan batang tunggal, cabang cacing dan balik tidak aktif. Bertolak belakang dengan klon Lini S795 yang memiliki batang tunggal serta cabang cacing dan balik aktif. Sehingga hal tersebut memudahkan petani ketika akan memangkas dan memelihara ”si Kopyor”.

Kopi ini sudah mendapat perlindungan indikasi geografis dari Badan Internasional karena memiliki rasa yang khas (specialty). Di luar Bali dikenal dengan sebutan Kopi Kintamani, yang teste (rasanya) bagi para pencinta kopi sangat eksotik, seperti halnya kopi Sidikalang, Lembah Baliem dan Toraja. Sehingga wajar jika kemudian kopi kopyor asal Kintamani sudah ditampung oleh Nestle, perusahaan makanan besar dunia.

Oleh karena keunggulannya tersebut. Pemerintah Daerah Provinsi Bali akan segera mengusulkan pelepasan ”Si Kopyor” sebagai benih bina. Sehingga tanaman asal Bali ini bisa juga dikembangkan di daerah lainnya di Indonesia. Semantara itu, Gubernur Bali pada Bulan Agustus 2009 yang lalu, telah menetapkan Kopi Kopyor sebagai ”Plasma Nutfah Potensial Lokal Bali” yang belokasi di kecamatan Kintamani dan Kecamatan Petang.

Namun Mengingat kopi arabika kopyor belum ditetapkan sebagai benih bina dan belum mempunyai sumber benih legal (BPT), sehingga secara otomatis bibit kopi kopyor belum dapat disertifikasi dengan label biru. Untuk memenuhi legalitas produksi dan peredaran benih dilakukan dengan menerbitkan Surat Keterangan Mutu Benih (SKMB) dan benih/bibit.

Oleh sebab itu saat ini benih “Si Kopyor” belum dapat diedarkan keluar dari Pulau Bali. Namun konsumen bisa saja menikmati kopi olahan Kintamani yang saat ini tersedia dalam berbagai bentuk olahan.

Sumber: Direktorat Perbenihan dan Sarana Produksi

2 komentar:

Anonim mengatakan...

KAMI DARI KELOMPOK TANI WANA LESTARI, SILAHKAN KUNJUNGI JUGA http://kopi-wanalestari.blogspot.com TENTANG BIBIT KOPI UNGGUL SAMBUNG KECAMBAH / KEPALAN DAN BIBIT KEJIMAS, SIAPA TAU KITA BISA MENJALIN KERJASAMA SATU SAMA LAIN. TERIMAKASIH

Fake_Sasagami mengatakan...

saya ingin mengoreksi pak, untuk penaman bukan kopyor melainkan 'Kopyol' , salam sukses