;

Senin, 25 Februari 2013

Aslan, Pewaralaba Bibit Sawit Sukses Asal Sulbar



Meskipun usianya masih muda, namun ia sukses menjadi pewaralaba bibit kelapa sawit di daerah Sulawesi Barat. Hebatnya, ia menjadi satu-satunya penangkar yang mendapatkan kepercayaan dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) sebagai partner di Propinsi pemekaran dari Sulsel tersebut.

Aslan pemilik usaha KSU Harapan Jasa mencoba peruntungan di bisnis bibit kelapa sawit pada tahun 2007 dengan menangkarkan benih asal PPKS sebanyak 50.000. Namun, menurut entrepreneur yang baru berusia 30 tahun ini, usaha perdananya tersebut tidak terlalu mengembirakan.

“Butuh waktu hampir 2 tahun untuk bisa menjual bibit saya”, kenang putra dari pasangan Bapak (Alm) H. Sidang, merupakan perintis waralaba pembibitan sawit di Sulbar, dan Ibu Hj. Asmawati. Usaha ini sendiri adalah warisan dari sang Ayah.

Tapi ia tidak putus asa. Iapun membuat kontrak kerjasama baru dengan PPKS pada tahun 2009 sebanyak 75.000. Beruntung, bibit ini kemudian laris manis, seluruhnya habis terjual pada pertengahan tahun 2010. “ Sebagian besar bibit saya dibeli oleh rekanan untuk program pengadaan pemerintah waktu itu. Selebihnya saya jual kepada petani swadaya”, jelasnya

Lalu pada tahun 2010 ia meningkatkan jumlah benih yang ditangkarkan menjadi 100.000 kecambah, dan kembali berhasil menjual seluruhnya dalam waktu 1 tahun. “Karena permintaan bibit cukup tinggi, saya pun memesan benih sebanyak 100.000 biji 2 tahun berturut-turut dari PPKS Medan”, ungkapnya.

Seluruh aktivitas pembibitannya dilaksanakan di atas lahannya seluas 7 ha di daerah Karosa, Kabupaten Mumuju. Namun menurut Aslan, untuk kebutuhan Sulbar saja ia sudah kewalahan memenuhinya. “Itu sebabnya pada tahun 2013 ini saya akan membuka areal baru seluas 5 ha untuk penangkaran bibit di daerah Mamuju Utara, agar bisa lebih banyak bibit yang saya sediakan”, ungkapnya. Melalui bisnis ini Aslan mengaku mampu meraih keuntungan hingga hitungan 9 digit setiap tahunnya.

Untuk tahun 2013, Aslan telah menetapkan target penyediaan benih. "Awal tahun ini saja saya telah menyiapkan stok hingga 35.000 batang umur berumur 1 tahun siap disalurkan", bebernya. Jadi petani swadaya di Sulbar bisa mendapatkan bibit unggul siap tanam dari pengkarannya. Ia juga sudah menandatangani kontak dengan PPKS kerjasama waralaba benih sebanyak 300.000, pada tahun 2013.

Pada tahun 2013 ini ia juga mendapatkan kepercayaan dari Bank Rakyat Indonesia untuk menyalurkan kredit untuk mendukung pengembangan kebun sawit swadaya. “ Dana yang disiapkan mencapai Rp. 2 Milyar per kelompok. Dan BRI memberikan kepercayaan pada saya untuk mengevaluasi proposal dari kelompok tani untuk kemudian memberikan rekomendasi”, jelasnya.  Aslan menargetkan bisa membangun 20.000 ha pada tahun ini dengan dana tersebut. Namun sementara ini yang baru kebun yang akan dibangun melalui program ini hanya sebanyak 100 ha pada Maret 2013 ini.

Menurut Aslan untuk memulai bisnis bibit seorang pengusaha harus mengetahui trend pasar. “ Saya yakin dengan usaha ini karena saya melihat bagaimana geliat masyarakat di Sulbar mengembangkan kelapa sawit dan cenderung meningkatkan setiap tahunnya”, ujarnya. Selain itu ia membangun membangun koneksi dengan sejumlah perusahaan di Propinsi Sulbar untuk mengetahu rencana replanting, baik untuk inti dan plasma, sehingga pada saat ini diperkirakan kebutuhan bibit akan cukup tinggi. 

Sumber: Sawit Centre

Tidak ada komentar: