;

Kamis, 17 Februari 2011

MENAWARKAN KEMENYAN KUALITAS PREMIUM


Anda membutuhkan kemenyan kualitas terbaik untuk kebutuhan ekspor?

Kami menawarkan kemenyan getah kering, berupa lempengan asal Tapanuli Utara. Kemenyan kualitas premium ini kami tawarkan seharga Rp. 200.000,- franko Pahae, Tapanuli Utara. Stok tersedia > 1 ton setiap minggunya untuk setiap pemesanan langsung kami kirim dari Pahae, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Kemenyan Tapanuli Utara sudah dikenal sebelum masehi, disinyalir digunakan untuk oleh kerajaan Mesir Kuno. Dan hingga saat ini pohon dan komoditas perkebunan ini masih dipertahankan penduduk Tapanuli Utara sebagai sumber penghasil masyarakat, karena merupakan kemenyan kualitasi nomor 1 yang sesuai dengan kebutuhan konsumen di luar negeri. Sehingga dijamin bahwa produk yang kami tawarkan memiliki kualitas yang terbaik

Oleh sebab itu bagi yang berminat dapat menghubungi nomor 081585961253, 081218812213 (Bapak Sitompul). 085925077652 (Bapak Hendra Sipayung)

Minggu, 06 Februari 2011

Terbesar Kedua di Dunia, Keanekaragaman Hayati Indonesia Baru Tergarap 5%

Terbesar Kedua di Dunia, Keanekaragaman Hayati Indonesia Baru Tergarap 5%
[Unpad.ac.id, 19/10] Indonesia menempati peringkat kedua dunia setelah Brasil dalam hal keanekaragaman hayati. Sebanyak 5.131.100 keanekaragaman hayati di dunia, 15,3% nya terdapat di Indonesia. Luar biasanya, keanekaragaman hayati Indonesia banyak yang berpotensi untuk dijadikan obat, dan potensi hayati yang luar biasa ini perlu dieksplorasi dan dimanfaatkan untuk kesehatan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Potensi keanekaragaman hayati yang telah kita gunakan, rata-rata kurang dari 5% dari potensi yang kita miliki. Selain itu, dari 1.790 paten per tahun, paten yang dihasilkan dari aplikasi lokal hanya 117,3 saja, padahal potensi yang belum tereksplorasi masih sangat banyak,” ungkap Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unpad, Prof. Tri Hanggono, saat mengisi acara Seminar Internasional bertajuk “Biotechnology Enchancement for Toipical Biodiversity” di Grha Sanusi Hardjadinata (Aula Unpad), Jln. Dipati Ukur 35 Bandung, Selasa (19/10).

Dengan potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia, Prof. Tri mengatakan bahwa perlu adanya pemberdayaan yang lebih intensif untuk melakukan penelitian di bidang tanaman obat sebagai alternatif lain pengobatan di bidang kesehatan. Dari total 28.000 spesies tumbuhan obat di Indonesia, telah diidentifikasi 1.845 sifat obat. Hingga saat ini, telah 283 spesies yang telah dieksplorasi aktif senyawanya.

“Hayati sebagai obat akan menjadi sumber utama molekul baru bioaktif dalam berbagai bidang kesehatan, pertanian dan industri teknologi. Ini juga sebagai alternatif untuk menjawab dan memecahkan masalah kesehatan. Selain itu, tanaman obat di Indonesia merupakan aset nasional dengan nilai ekonomis tinggi,” ungkapnya.

Seperti yang dituturkan Prof. Tri, salah satu potensi tanaman Indonesia yang telah diteliti oleh tim dari FK Unpad dan FMIPA Unpad adalah buah mahkota dewa yang mempunyai potensi sebagai agen antikanker. “Pemahaman kita dalam isolasi senyawa aktif dan eksplorasi mekanisme, menghasilkan senyawa alami yang menunjukan bahwa senyawa aktif dari tumbuhan obat mahkota dewa dapat digunakan sebagai terapi alternatif sebagai anti kanker,” tuturnya.

Berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia adalah kurangnya pemahaman dan pengetahuan yang mendalam tentang biologi hayati. “Indonesia adalah negara yang subur makmur dengan kekayaan megabiodiversity tropis, Namun memiliki prestasi kurang dalam produk berbasis bioteknologi dan penelitian biologi,” kata Prof. Tri.
Sumber daya biologi hayati yang dimiliki Indonesia, sebenarnya bernilai jauh lebih tinggi dari emas atau logam bahan bakar minyak mulia, terutama ketika dibawa dan dilakukan pengembangan lebih lanjut dalam produk turunan, namun hanya 6,2% saja produk yang telah dipatenkan.

Untuk memanfaatkan kekayaan hayati Indonesia, Prof. Tri menghimbau bahwa harus ada yang melakukan pemetaan keanekaragaman hayati sebagai basis data untuk mengeksplorasi kekayaan hayati bangsa Indonesia. Selain itu adanya penyebaran dan penguasaan bioteknologi yang lengkap dalam upaya meningkatkan pemberdayaan keanekaragaman hayati kita untuk kepentingan bangsa.

“Bioteknologi memainkan peranan penting dalam meningkatkan pemahaman kita tentang kekayaan alam, harus ada upaya yang serius dengan penekanan pada pemanfaatan perkembangan penelitian dalam bidang bioteknologi untuk kesejahteraan dan kesehatan bangsa kita,” himbau Prof. Tri. (eh.)

Sumber: Bio-fob

MENCEGAH PENYAKIT LAYU DAN NEMATODA PADA PEMBIBITAN NILAM

Tanaman nilam sangat rentan terhadap serangan penyakit layu dan nematoda. Oleh karena itu sebelum menetapkan calon lahan untuk pembibitan perlu mendapat beberapa perhatian antara lain :

Untuk mengurangi penyebaran penyakit layu sebaiknya lahan yang digunakan merupakan lahan baru, minimal selama 3 ( tiga) tahun tidak ditanami dengan tanaman yang dapat menjadi inang dalam penyebaran penyakit layu seperti tomat, terong, kentang, dan lain-lain.

Untuk mengurangi penyebaran nematoda maka pengolahan tanah harus sempurna, untuk itu perlu dilakukan pengolahan tanah beberapa kali.

Sebaiknya kebun pembibintan mempunyai sumber air yang dapat diambil pada saat musim kemarau, penyiraman dilakukan secukupnya.

Media yang dipakai dalam polibag sebaiknya menggunakan campuran tanah dan pupuk kandang yang telah matang (bukan pupuk kandang yang masih baru) yang bebas penyakit dengan pemberian desinfektan.

Untuk pembibitan sebaiknya tidak pada lahan yang terlalu terbuka dan menggunakan naungan (paranet).

Serta melaksanakan pemupukan dan pemeliharaan sesuai dengan standar teknis yang telah ada dan menggunakan benih yang berasal dari sumber benih resmi dan bersertifikat.

Selasa, 01 Februari 2011

KEUNGGULAN VARIETAS SAWIT TOPAZ

Data di atas membuktikan jika varietas Topaz, milik sumber benih PT. Tunggal Yunus, memiliki keunggulan dilihat dari produksi TBS. Menariknya, tingginya produksi hasil ini (di atas 25 Ton TBS/ha/tahun) tidak hanya dicapai pada lahan kelas 1 namun juga di daerah gambut dalam.

Selasa, 25 Januari 2011

KECAMBAH SAWIT BERMUTU MEMILIKI KODE IDENTIFIKASI

Salah satu ciri kecambah sawit bermutu dari sumber benih adalah memiliki kode identifikasi. Dari code tersebut dapat dilacak jenis varietas, dari pohon mana benih dihasilkan, siapa yang melakukan persilangan dan kapan disilangkan.

Tujuannya, jika ditemui benih-benih yang memiliki kualitas yang tidak sesuai standar dapat dilacak siapa dan darimana benih dihasilkan. Sehingga sumber benih dapat melakukan perbaikan segera.

PROSPEK PERBENIHAN TEBU

Bisnis perbenihan dan pembibitan tebu memiliki prospek yang cerah. Untuk tahun 2011 saja diperkirakan kebutuhan bibit untuk Kebun Tebu Giling mencapai 6,4 juta stek. Karena penyediaan benih dari kebun berjenjang belum mampu memenuhi kebutuhan nasional pemerintah tengah mendorong perbanyakan bahan tanan tebu melalui kultur jaringan.

Data Kebutuhan Benih 2010 sd 2014Sumber: Ditjenbun

Tentu ini tidak lepas dari adanya perluasan penanaman komoditas tebu di luar wilayah Jawa. Saat ini tebu sudah dikembangkan di beberapa daerah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga ke Papua. Bahkan beberapa PG asal Sulawesi telah melepas varietasnya sendiri agar dapat memenuhi kebutuhan bahan tanamnya secara mandiri.

Oleh sebab itu, investasi di sektor perbenihan tebu adalah hal yang patut dipertimbangkan. Selain karena pasarnya tersedia dengan tingkat kebutuhan yang cukup tinggi, juga diperkirakan permintaan terhadap benih unggul meningkatkan secara signifikan.

Kamis, 20 Januari 2011

BENIH UNGGUL TIDAK DIJUAL PER PAKET


Banyak pekebun yang beranggapan jika benih bermutu dijual dalam bentuk paket, per plastic, per kantung, per kotak. Sehingga sering ada pertanyaan dari mereka yang berminat membeli kecambah “ Berapa harga benih per kantung?”.

Namun kenyataannya tidak demikian, karena benih unggul dijual per kecambah. Meskipun dalam pengiriman kecambah bisa dikemas dalam plastik, kardus atau peti, tetapi ini hanya untuk kepentingan pengiriman. Jadi benih bermutu tidak pernah dijual per paket melainkan biji atau kecambah.

ALASAN UNTUK TIDAK MENGGUNAKAN BENIH SAWIT PALSU


Melihat besarnya perbedaan tingkat produktivitas benih unggul dengan sawit maka setiap pekebun harus lebih cemat dalam membeli unggul bermutu. Dan tidak mudah membeli dari pihak ketiga yang tidak berhubungan dengan 8 sumber benih, hanya dengan klaim unggul.

Lebih baik bagi pekebun untuk menunggu, membayar lebih mahal untuk mendapatkan sumber benih unggul dari sumber benih, daripada memaksa membeli benih dari sumber-sumber yang tidak jelas hanya karena alasan murah dan stok tersedia.