;
Tampilkan postingan dengan label bibit sawit unggul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bibit sawit unggul. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Februari 2012

PEMBELIAN BIBIT SAWIT PERLU PERENCANAAN


Salah satu masalah yang sering dihadapi pekebun ketika ingin mendapatkan bibit sawit unggul bermutu adalah ketidaktersediaan pada waktu dibutuhkan. Khususnya untuk bahan tanam yang umurnya di atas 12 bulan. Karena begitu mendesak untuk segera tanam, tidak jarang calon pembeli bibit akhirnya membeli bahan tanam asalan.

Pekebun bisa bibit kelapa sawit unggul melalui penangkar yang memiliki kerjasama waralaba dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan (PPKS) atau PT. Bakti Tani Nusantara. Yang umumnya terpusat sentra pengembangan sawit atau pada daerah yang memiliki permintaan bahan tanam tinggi, atau jika akan ada program pengadaan bibit oleh PEMDA. Hanya tidak di setiap daerah terdapat penangkar yang menyediakan bibit sawit unggul.

Cara lain mendapatkan bibit unggul adalah dengan membeli dari pekebun yang tidak jadi menanam sawit. Tentu ini adalah kejadian yang langka, mengingat saat ini harga TBS masih sangat menarik. Biasanya salah satu penyebabnya adalah karena terjadinya masalah dengan legalitas lahan. Hanya saja tentu calon pembeli harus hati-hati mendapatkan bibit melalui cara ini karena bisa saja bahan tanam tersebut tidak diperoleh dari sumber benih yang legal. Itu sebabnya sangat disarankan agar bibit yang akan dibeli disertifikat ulang oleh petugas dari Balai Pengawasan Benih.

Oleh sebab, bagi pekebun ada baiknya untuk melakukan perencanaan pengadaan bahan tanaman khususnya bibit. Perlu dipahami bahwa bibit siap tanam pada dasarnya tidak selalu tersedia sesuai jumlah dan umur tanaman yang diinginkan. Namun untuk benih dalam bentuk kecambah stok relatif banyak, mengingat saat ini adalah 9 sumber benih yang menyediakan bahan tanam dalam bentuk kecambah. Maka cara terbaik menjamin ketersedian bibit saat akan melakukan penanaman adalah dengan melakukan pembibitan sendiri yang bersamaan saat pembukaan kebun. Atau melakukan kerjasama dengan penangkar untuk membibitkan kecambah yang diperoleh dari sumber benih yang nantinya diserahkan pada saat akan tanam.

Jika ingin mendapatkan bibit dari penangkar tanpa harus membeli kecambah, disarankan 1 tahun sebelum jadwal penanaman sebaiknya pekebun sudah melakukan survey ketersediaan bahan tanam di sekitar kebun. Cara termudah untuk mendapatkan informasi adalah dengan menghubungi Dinas Perkebunan setempat.

Jika ternyata tidak ada penangkar yang melakukan kerjasama waralaba dengan sumber benih, ada baiknya pekebun membeli kecambah dari produsen benih. Namun jika ada penangkar yang berwaralaba sebaiknya pastikan apakah mereka sudah terikat kontrak untuk pengadaan atau tidak. Jika belum, sebaiknya lakukan pemesanan awal untuk nantinya disalurkan pada saat tanam.

Tanpa adanya strategi demikian dan berharap bisa mendapatkan bibit pada saat akan tanam dengan mencari daerah dekat dengan kebun, maka hal itu bisa menciptakan resiko. Yakni, tidak mendapatkan bibit atau mendapatkan namun tidak jelas kualitasnya.

Sumber: www.mediaperkebunan.net

Kamis, 15 September 2011

BIBIT SAWIT 3 BULAN

Ini adalah bibit unggul umur 3 bulan produksi PT. Bakti Tani Nusantara. Karena menggunakan polibeg berukuran kecil sehingga bahan tanam unggul ini dimungkinkan untuk dikirimkan menggunakan pesawat hingga ke berbagai wilayah di Indonesia dan di luar negeri.

Jenis tanaman adalah Tani Nusantara yang sudah ditetapkan sebagai benih bina. Dengan keunggulan memiliki ketahanan terhadap kekeringan, bisa ditanam di areal dekat pantai dan memiliki potensi produksi hingga 30 Ton/TBS/ha.

Minggu, 07 Agustus 2011

BIBIT SAWIT UNGGUL 18 BULAN


Anda ingin bibit yang siap tanam,khusus bagi Anda yang harus segera melakukan penanaman terkait ketentuan izin yang sudah Anda peroleh? Atau Anda membutuhkan bibit yang berukurang besar agar tidak mudah mati karena serangan hama?


Saat ini tersedia bibit sawit unggul asal PT. Bakti Tani Nusantara dengan varietas TN 1, dengan keunggulan memiliki potensi produksi di atas 30 Ton TBS/ha/tahun. Serta memiliki ketahanan terhadap kekeringan.

Tepatnya di kota Bengkulu, dengan jumlah bibit sebanyak 27.000 berumur 18 bulan. Tinggi bibit saat ini hampir 2 meter, sehingga siap tanam dan ideal untuk daerah yang rawan ancaman hama babi hutan.


Bibit ini sendiri sudah disertifikasi dan dilabel oleh Balai Pengawasan Benih Bengkulu. Sehingga bibit ini terjamin mutunya dan layak digunakan.

Selasa, 07 Juni 2011

INI DIA BIBIT 3 BULAN MILIK PT. BTN

PT. Bakti Tani Nusantara ,sumber benih kelapa sawit yang berada di Batam, menyediakan bibit umur 3 bulan. Pasalnya banyak konsumen yang memilih membeli bibit dari pada kecambah untuk menghemat waktu penangkaran.

Namun jika menggunakan polibeg yang lazim digunakan untuk penangkaran tentu masalah yang dihadapi adalah pengiriman bibit jarak jauh. Karena akan sangat membutuhkan tempat yang cukup luas ketika diangkut. Oleh sebab itu PT. Bakti Tani Nusantara mengembangkan teknik pembibitan menggunakan media tanam dan polibeg yang lebih kecil.

Dengan teknik ini bibit dengan mudah dicabut dan dapat segera dipindahkan ke polibeg besar. Dan mudah dikirimkan menggunakan pesawat. Jadi bibit ini bisa dikirim hingga ke daerah Sulawesi.

Jenis sawit digunakan sebagai TN 1. Potensi produksi 30 ton/ha/tahun dan telah ditetapkan pemerintah sebagai varietas unggul. Sehingga layak digunakan oleh konsumen.

PT. Bakti Tani Nusantara telah menyiapkan bibit 3 bulan untuk diperoleh oleh konsumen dalam jumlah besar. Dan bibit ini ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau.

Rabu, 18 Mei 2011

BIBIT SAWIT UNGGUL LANGKA

Saat ini ketersediaan bibit sawit umur di atas 9 bulan langka. Pasalnya tidak banyak penangkar yang berani menjadi pewaralaba jika tidak didukung dengan program pengadaan bibit oleh pemerintah.

Kondisi demikian dikeluhkan seorang pewaralaba bibit kelapa sawit dengan PPKS Medan di Sumatera Selatan. Ia mengaku butuh waktu hingga beberapa bulan untuk menjual bibitnya.

Menurut ketentuan Pusat Penelitian Kelapa Sawit, bibit umur 9 bulan sudah dapat dipasarkan. Namun si penangkar yang berdomisili di Musi Rawas, mengaku baru bisa menjual bibitnya setelah berumur 18 bulan. Itupun karena ada pengadaan bibit unggul sawit oleh pemerintah daerah di Sumatera Selatan.

Menurutnya memasarkan bibit sawit bermutu ke masyarakat umum kadang harus bersaing dengan bibit sawit palsu. Harga bibit bermutu di wilayah Sumatera bervariasi dari Rp. 25.000,- sd Rp. 30.000,- Namun bibit sawit palsu dipasarkan lebih rendah hingga 50% dari harga resmi.

Hal inilah mengakibatkan sejumlah pewaralaba dengan PPKS Medan maupun PT. BTN kesulitan menjual bibitnya, karena masyarakat lebih berminat membeli bibit palsu karena harga lebih murah. Belum lagi bibit palsu dengan yang bermutu sulit dibedakan secara fisik.

Berdasarkan pantuan Benih Center, saat ini bibit sawit bermutu siap salur para pewaralaba sawit hanya terdapat di beberapa tempat , antara lain di Kalimantan Timur, Bengkulu, Jambi dan Sumatera Selatan. Bibit yang tersedia di propinsi tersebut berumur dari 12 – 18 bulan. Di luar Propinsi tersebut ketersediaan bibit sawit pewaralaba terbatas mungkin juga tidak tersedia.

Oleh sebab itu jaminan unggul tidak serta merta membuat masyarakat mau membeli bibit sawit milik pewaralaba.

Jumat, 29 April 2011

KEGAGALAN INVESTASI SAWIT KARENA KETIDAKTAHUAN

Tidak banyak yang menyadari jika factor utama penyebab kegagalan investasi sawit adalah kurangnya pengetahuan pekebun. Tentu tidak mengejutkan, sejak terjadinya gairah mengembangkan sawit, saat ini banyak pemain baru dalam pengembangan sawit. Namun kesalahan terbesar adalah banyak orang yang beranggap hanya dengan menanam sawit maka uang yang mengiurkan akan segera masuk ke rekening Anda.

Ironisnya banyak yang mengalami kegagalan atau hasil yang diperoleh tidak memuaskan. Mengapa?

Banyak sebab. Mulai dari “tanpa sadar “ menggunakan benih palsu. “Tanpa sadar” menanam di kebun tanpa tahu kondisi keasaman lahannya. Plus “tanpa sadar” sawit punya kebutuhan pupuk pada tingkat tertentu, jika terlalu banyak diberikan pupuk akan mengakibatkan pemborosan, kalau kurang berdampak pada produktivitas.

Ketidaksadaran-ketidaksadaran itu terjadi karena banyak orang terlalu terbawa emosi mengembangkan sawit tanpa sedikit bersabar melakukan investasi pengetahuan.Cluenya adalah Anda harus mau membayar mahal untuk mempersiapkan sesuatu untuk mendatangkan keuntungan.

Oleh sebab itu seorang pekebun wajib mengisi pikirannya dengan berbagai informasi, baik dari pelatihan, bertanya pada pakar, ikut seminar. Salah satu krusial yang pasti akan diperoleh seorang pekebun ketika ia dibekali pengetahuan sudah terlihat ketika dia akan membeli benih.

Benih mahal, benih perlu usaha untuk mendapatkan. “Benar”, itu adalah kondisi yang sebenarnya. Namun bagi orang yang well inform akan mengakui itu dan menyesuaikan diri karena ia menyadari bahwa perkebunannya akan memanjakan dirinya hingga 24 tahun. Maka ia akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan benih dan bibit unggul dan tidak membiarkan dirinya untuk “tidak melakukan pengorbanan yang berarti” untuk memperoleh sesuatu yang berharga.

Oleh sebab itu cerdaskan berkebun sawit, dapat informasi teraktual dan silahkan menikmati keuntungan yang harusnya Anda peroleh.

Jumat, 18 Maret 2011

BIBIT SAWIT BERSERTIFIKAT UMUR 18 BULAN DIJUAL CEPAT LOKASI BENGKULU

Bagi rekan-rekan yang membutuhkan bibit bersertifikat asal PT. Bakti Tani Nusantara, sumber benih resmi yang ditetapkan pemerintah tahun 2008, saat ini tersedia stok benih sebanyak 60.000 batang umur 18 bulan. Bibit ini sudah cukup tinggi sehingga cocok untuk daerah yang rawan hama babi hutan.

Bibit ini dijual Rp. 27.000 batang/bibit, dan akan disertifikat ulang oleh BP2MB Bengkulu yang berlaku hingga 4 tahun mendatang. Bagi yang berminat segera menghubungi kam melalui pengelola blog ini, sebelum bulan Mei. Karena jika tidak bibit ini akan diserap untuk program pemerintah (kami lebih menyukai penjualan ke konsumen, karena cash and carry dan tidak perlu repot mengurusi dokumen).

Bibit ini sendiri berlokasi di kota Bengkulu. Kami hanya menerima pemesan dalam jumlah besar atau borongan. Khususnya bagi perusahaan yang harus segera tanam.

Bagi yang berminat hubungi pengelola blog ini (benih center) di nomor 085925077652

Kamis, 03 Maret 2011

BENTUK WARALABA BENIH KELAPA SAWIT DI INDONESIA


Ternyata tidak hanya minimarket yang diwaralabakan, bisnis benihpun bisa diwaralabakan. Waralaba dapat diartikan, erikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa

Untuk benih kelapa sawit, di Indonesia terdapat 3 bentuk kerjasama waralaba, yakni:

Waralaba Varietas : Produsen benih (pemilik varietas) mereproduksi pohon induk hasil program pemuliaannya yang digunakan penerima waralaba untuk menghasilkan benih. Artinya penerima waralaba akan diberikan hak untuk memiliki pohon induk dari pemberi waralaba, demikian halnya dengan teknologi pengolahannya. Di Indonesia system ini digunakan beberapa perusahaan besar swasta untuk memiliki sumber benih sawit dengan bekerjasama dengan sumber benih di luar negeri. Di Indonesia, sumber benih PPKS membuka kesempatan waralaba bagi perusahaan yang berminat menjadi produsen benih.

Waralaba Benih : Produsen benih menyerahkan benih hasil persilangan untuk dikecambahkan di Seed Processing Unit milik penerima waralaba. Jadi si penerima waralaba tidak mendapatkan hak untuk memiliki pohon induk dari pemberi waralaba. Kerjasama antara Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan dengan Balai Penelitian Karet Sembawa berlangsung dengan cara demikian.

Waralaba Bibit : Produsen benih menyerahkan kecambah untuk dibibitkan oleh penerima waralaba mengikuti kaidah-kaidah yang ditentukan oleh produsen benih. Jadi penerima waralaba nantinya menjual bahan tanam sawit dalam bentuk bibit siap tanam berumur di atas 12 bulan. Waralaba jenis ini adalah yang paling popular saat ini, karena ada 2 sumber benih yang bersedia menjadi pemberi waralaba yakni PPKS dan PT. Bakti Tani Nusantara (BTN).

Melalui waralaba ini maka pihak-pihak yang berminat menjadi produsen benih dapat segera menjadi penyedia benih tanpa harus melewati proses pengembangan selama berpuluh-puluh tahun. JAdi tentu ini layak dijadikan pilihan bagi perusahaan atau perseorangan yang ingin menginvestasikan uangnya dalam usaha yang sangat menguntungkan.

Minggu, 27 Februari 2011

MEMBELI BENIH SAWIT UNGGUL TIDAK MEMBUTUHKAN SPEKULASI

Banyak calon pekebun yang menganggap mendapatkan benih sawit membutuhkan spekulasi. Mereka berusaha mencari bibit dari satu penangkar ke penangkar yang lain. Atau mencoba mencari jalur-jalur belakang untuk mendapatkan benih unggul. Namun semakin seorang pekebun berspekulasi mendapatkan benih sawit semakin besar peluangnya menggunakan benih sawit palsu.

Mengapa tidak? Membeli benih sawit pada dasarnya tidak membutuhkan berbagai alternatif dan pencarian yang intensif. Pasalnya penyedia benih sawit unggul untuk kecambah hanya 8 sumber benih yakni PPKS, PT. Socfindo, PT. Lonsum, PT. BTN, PT. Dami Mas, PT. Tunggal Yunus, PT. BSM, dan PT. Tania Selatan. Diluar 8 sumber benih tersebut dipastikan illegal.

Sedangkan untuk bibit, sumbernya hanya dari penangkar yang berwaralaba dari sumber benih resmi yakni PPKS dan PT. BTN. Di luar itu dipastikan legal. Meskipun saat ini jumlah bibit di lapangan saat ini terbatas namun masih ada beberapa penangkar pewaralaba yang memiliki bibit yang siap disalurkan.

Hanya saja banyak pekebun yang berspekluasi diakibatkan informasi yang terbatas dan ketidaksiapan dalam menerima kenyataan dari investasi benih itu sendiri. Sebagai disebutkan bahwa sumber penyedian benih unggul pada dasarnya tidak banyak. Hanya 8 sumber benih dan beberapa penangkar pewaralaba. Dan tidak dari sumber lain.

Tidak dari orang ketiga atau dari perusahaan yang mengklaim memiliki benih unggul yang dijual dalam bentuk peti, kantung. Karena benih unggul hanya dijual per kecambah, sedangkan peti dan kantung adalah media untuk melakukan pengiriman.

Namun tidak semua pekebun mengetahui hal tersebut. Khususnya yang baru pertama kali membangun kebun kelapa sawit.

Ketidaksiapan berinvestasi benih ditandai dari keterkejutan mengetahui harga kecambah yang ternyata tidak mudah. Pasalnya harga benih sawit resmi tidak murah berkisar Rp. 7.000 sd Rp. 10.000,-.

Sedangkan untuk bibit di atas 12 bulan di atas Rp. 25.000,-. Jadi jika seorang pekebun ingin membeli 1.000 barang bibit unggul sawit berumur 12 bulan maka ia harus menyiapkan uang sebanyak min Rp. 25 Juta. Banyak pekebun mengeluh “ harga bibit mahal sekali”.

Padahal dari investasi tersebut penghasilan yang diperoleh juga cukup sebanding. Jika membeli bibit unggul maka pekebun memiliki kesempatan memperoleh produksi hingga 30 ton. Misalnya saja harga TBS Rp. 1.700,-/kg. Maka utk setiap ha petani bisa memperoleh pengghasilan hingga Rp. 51 juta.

Untuk 1 Ha dibutuhkan bibit sekitar 150 (beserta sulaman) maka biaya yang dikeluarkan Rp. 3.750.000,-. Apakah investasi Rp. 3.750.000 cukup mahal untuk mendapatkan penghasilan Rp. 51 juta/ha setiap tahunnya?

Jika tidak menggunakan bibit unggul maka pekebun berpeluang kehilangan produksi hingga 50% atau penghasilan sekitar 25 juta. Hal ini dialami oleh sejumlah petani kelapa sawit di Sumut yang umumnya hanya memperoleh produksi TBS +10 Ton/ha/tahun meskipun sudah mencapai umur puncak produksi.

Hanya saja memang untuk mendapatkan benih unggul terdapat beberapa kesulitan antara lain sumber benih umumnya tidak selalu ada di seluruh wilayah pengembangan sawit. Sehingga pekebun, jika ingin mendapatkan benih unggul harus juga berlelah-lelah mengunjungi sumber benih dan menyiapkan dana tidak hanya untuk membeli benih namun juga ongkos pengiriman.

Namun tidak ada salahnya bersusah-susah saat ini mendapatkan benih unggul jika kemudian Anda bisa bersenang hati karena memperoleh penghasilan yang lebih dari biaya yang Anda keluarkan.

Kamis, 17 Februari 2011

BIBIT SAWIT UNGGUL BISA DIDAPAT DI BALIT SEMBAWA


Balai penelitian karet Sembawa yang berada Sumatera Selatan ternyata tidak hanya memasarkan benih karet unggul namun juga bahan tanam sawit bersertifikat. Balai Penelitian tersebut menjalin hubungan waralaba dengan PPKS Medan sehingga memiliki otoritas menjual benih asal sumber benih tersebut.

Selain menjual kecambah, Balit Sembawa juga menjual bibit kelapa sawit. Gambar di atas adalah bibit sawit umur 3 bulan yang tengah ditangkarkan di Balit Sembawa.

Bibit ini diprioritaskan bagi petani di daerah Sumatera Selatan. Bibit ini baru akan dipasarkan setelah berumur 9 sd 12 bulan. Sebelum disalurkan bibit ini akan disertifikasi oleh Balai Benih Sumatera Selatan.

Rabu, 22 Desember 2010

CARA PENANAMAN KECAMBAH SAWIT

Gambar di bawah menunjukkan cara penanaman kecambah yang baik. Penamanan yang salah berpotensi mengakibatkan kematian bibit.

Kamis, 25 November 2010

VARIETAS SAWIT DxP PPKS 718 : KESENANGAN PETANI


DxP PPKS 718 adalah salah satu varietas unggul milik Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan. Salah satu daya tarik dari jenis ini adalah memiliki ukuran buah yang besar dan berat, sehingga akan sangat menguntungkan petani.

Buah dari varietas ini memiliki berat rata-rata 48.1 kg, dengan panjang rata-rata 56.1 cm. Sedangkan lebarnya 35.2 cm. Varietas ini sendiri termasuk dalam siklus kedua artinya jenis-jenis sawit yang telah mendapatkan perbaikan karakter dari varietas lama seperti Marihat, Bah Jambi dsb.

Varietas ini bisa dipesan di Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan, dan juga dari pewaralaba PPKS seperti Balai Penelitian Karet Sembawa di Sumatera Selatan dan PT. Astra Agrolestari di Kalimantan Tengah.

Kamis, 04 November 2010

KEUNGGULAN BENIH SAWIT SOCFINDO

Di bawah ini adalah gambaran keunggulan varietas milik PT. Socfindo
Untuk informasi pemesanan kunjungi website PT. Socfindo di www.socfindo.co.id

Senin, 25 Oktober 2010

STOK BIBIT SAWIT UNGGUL POSISI OKTOBER 2010 PANTUAN BENIH CENTER


Berdasarkan pantuan benih center, saat ini tersedia bibit kelapa sawit unggul di Propinsi Sumatera Selatan, Bengkulu dan Kalimantan sebagai berikut:

Bengkulu
1. Varietas TN 1, umur 11 - 13 bulan, 45.000 batang, lokasi Kota Bengkulu
2. Varietas Marihat, > 13 bulan, 140 ribu, lokasi Kurotidur

Sumatera Selatan
1. Varietas Marihat, umur > 12 bulan, 50.000 batang, lokasi Lubuk Linggau,

Kalimantan Timur

1. Varietas Marihat, umur > 12 bulan, 400.000 barang, lokasi Paser

Seluruhnya disertifikasi oleh BP2MB, Balai sertifikasi di wilayah masing-masing

Pasaran harga Rp. 25.000,- sd Rp. 33,000,- (harga di lokasi)

Untuk info lebih lanjut hubungi operator Benih Center di nomor 085925077652

Rabu, 11 Agustus 2010

TERNYATA DI KOTA BENGKULU ADA BIBIT SAWIT UNGGUL


Bagi konsumen benih yang ada berada di kota Bengkulu atau dekat dengan kota Bengkulu, ada cukup beruntung. Pasalnya saat ini tersedia bibit unggul bermutu asal PT. Bakti Tani Nusantara, jenis TN 1 yang telah berumur 12 bulan di kota Bengkulu. Jadi, tinggal tanam di kebun dan tunggul 1 tahun lagi untuk melihat si tanaman mulai berbuah.

Varietas TN 1, milik PT. BTN cukup istimewa. Pasalnya varietas ini memiliki pertumbuhan yang lambat. Sehingga dalam 1 tahun tanaman masih cukup pendek. Namun untuk hasil, tidak diragukan lagi. Produksi bisa mencapai 30 ton TBS/ha/tahun. Hebatnya lagi ketika ditanam di lahan marginal masih mampu mencapai 28 ton TBS/ha/tahun.

Saat ini tersedia stik hingga 60.000 batang. Bagi rekan-rekan yang berminat mendapatkan bibit ini bisa menghubungi pengelola blog ini di nomor 085925077652

Senin, 28 Juni 2010

LOKASI PENYEDIA BIBIT SAWIT UNGGUL DI BENGKULU

Bagi rekan-rekan yang memiliki kebun di wilayah Bengkulu dan membutuhkan bibit sawit bermutu dari PPKS dan PT. BTN (penangkar pewaralaba) maka kami menawarkan bibit unggul antara lain

1.Di Serange, bibit asal Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan, sebanyak 60.000 batang (2 tahun)

2.Di Kota Bengkulu, bibit asal PT. Bakti Tani Nusantara, sebanyak 48.000 ( umur 3- 5 bulan)

3.Di Bengkulu Utara, bibit asal PPKS Medan , sebanyak 250.000 batang (umur 1 tahun)


Bagi untuk dapat berhubungan langsung dengan penangkar silahkan hubungi Benih Center di nomor 085925077652

Selasa, 22 Juni 2010

PESAN BENIH/BIBIT SAWIT VIA BENIH CENTER

Ingin mendapatkan benih sawit unggul dari PT. BTN? atau ingin mendapatkan info lokasi bibit sawit di wilayah Aceh, Sumatera Selatan Bengkulu, Kalteng dan Kaltim?

Hubungi Benih Center

Adapun langkah pemanfaatkan layanan kami adalah dengan cara:

1. Mengsms ke nomor 085925077652 dengan format nama_instansi_komoditi_lokasi kebun_kebutuhan

2. Anda dihubungkan dengan biro terdekat

3. Berhubungan langsung dengan biro daerah

4. Kunjung ke kebun untuk melihat mutu bibit sekaligus mengecek kelengkapan dokumen legalitas

5. Melakukan transaksi dengan sistem pembayaran yang disepakati

6. Pengiriman bibit


Kami hanya melayani pemesanan benih di atas 10.000 kecambah (siap antar ke wilayah Anda) atau bibit di atas 5000 batang.

Dan seluruh bibit yang disalurkan disertifikasi oleh Balai Benih sebelum diserahkan kepada konsumen

Minggu, 31 Januari 2010

MEMBELI KECAMBAH ATAU BIBIT SAWIT, YA ?

Kami sering mendapatkan pertanyaan dari rekan-rekan pengunjung perihal pembelian benih kelapa sawit.

“ Apakah kami sebaiknya membeli kecambah atau bibit?”

Tentunya jawaban berbeda-beda terkait banyak hal.

Nah, sebenarnya apakah untung ruginya membeli kecambah atau bibit? Tentu saya perlu menjelaskan perbedaan pembelian dalam bentuk kecambah dengan bibit.

Jika konsumen membeli dalam bentuk kecambah maka ia akan menerima bahan tanaman berbentuk biji yang sudah mengeluarkan tunas atau akar. Selanjutnya ia harus melakukan lagi pembibitan 9 s.d 12 bulan.

Jika membeli bibit, maka konsumen akan memperoleh tanaman dalam polibeg yang sudah siap ditanam di lapangan. Tentunya, tanpa perlu dibibitkan lagi.

Dari informasi di atas keuntungannya jelas. Jika membeli bibit maka konsumen bisa langsung memindahkan ke kebun, tidak perlu melakukan pembibitan selama 9 s.d 12 bulan yang dipastikan memakan biaya yang tidak kecil.

Namun pembelian bibit memiliki beberapa kekurangan dibandingkan membeli dalam bentuk kecambah. Tentu pertama adalah soal harga.

Bibit dari penangkar pewaralaba biasanya biasanya dijual seharga Rp. 25. 000 s.d Rp. 30.000.-/batang (harga ini sewaktu-waktu bisa berubah). Jadi misalnya saja calon konsumen membutuhkan 1000 batang, maka biaya yang harus dikeluarkan adalah sebesar Rp. 25.000,-.

Pembelian bibit idealnya pada penangkar yang dekat dengan lokasi pertanaman. Jika terlalu jauh maka ongkos pengiriman akan semakin mahal dan resiko kerusakan bibit juga semakin besar.

Bagaimana dengan kecambah? Sudah dipastikan harga kecambah jauh lebih murah dari bibit kelapa sawit.

Kecambah kelapa sawit hanya dapat diperoleh dari sumber benih yang ditetapkan pemerintah yang saat ini berjumlah 8 produsen (lihat daftarnya diblog ini). Harganya jauh lebih murah yakni berkisar Rp 6.500 s.d 12.000/kecambah (harga ini sewaktu-waktu bisa berubah).

Pembelian dalam bentuk kecambah dimungkinkan untuk penanaman di daerah yang jauh dari lokasi sumber benih. Misalnya saja benih PT. Bakti Tani Nusantara, tersebar hingga ke wilayah Kalimantan meskipun seed processing berada di Batam. Disamping itu tidak seluruh sumber benih membina kerjasama waralaba dengan penangkar.

Artinya konsumen hanya bisa mendapatkan bibit dengan jenis varietas yang dimiliki oleh PT Bakti Tani Nusantara dan Pusat Penelitian Kelapa Sawit yang memang menjalin kerjasama waralaba dengan penangkar. Sedangkan bahan tanaman dari sumber benih lain seperti PT. Lonsum, PT. Socfindo dsb hanya dapat diperoleh dalam bentuk kecambah.

Hanya saja pembelian dalam bentuk kecambah, konsumen masih harus melakukan pembibitan hingga 9 sampai dengan 12 bulan. Dan dalam proses ini bisa jadi tidak seluruh kecambah yang tubuh menjadi bibit yang sehat. Jika tidak dilakukan dengan prosedur yang tepat bisa jadi hanya 60 persen kecambah yang tumbuh menjadi tanaman siap dipindahkan ke perkebunan.

Jika demikian pertanyaan selanjutnya kapan konsumen memilih untuk membeli kecambah dan kapan membeli bibit?

Untuk konsumen yang memiliki dana yang cukup, dan tidak ingin mengambil resiko kehilangan tanaman pada waktu pembibitan. Dan pada saat yang sama terdapat penangkar yang dekat dengan kebun pertanaman, maka bibit adalah pilihan yang masuk akal.

Namun jika konsumen tidak memiliki dana yang mencukupi dan tidak terdapat penangkar di lokasi kebun. atau ingin mendapatkan varietas-varietas milik sumber benih di luar PT. BTN atau PPKS maka kecambah adalah pilihan yang tepat.