;

Senin, 27 Februari 2012

PEMBELIAN BIBIT SAWIT PERLU PERENCANAAN


Salah satu masalah yang sering dihadapi pekebun ketika ingin mendapatkan bibit sawit unggul bermutu adalah ketidaktersediaan pada waktu dibutuhkan. Khususnya untuk bahan tanam yang umurnya di atas 12 bulan. Karena begitu mendesak untuk segera tanam, tidak jarang calon pembeli bibit akhirnya membeli bahan tanam asalan.

Pekebun bisa bibit kelapa sawit unggul melalui penangkar yang memiliki kerjasama waralaba dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan (PPKS) atau PT. Bakti Tani Nusantara. Yang umumnya terpusat sentra pengembangan sawit atau pada daerah yang memiliki permintaan bahan tanam tinggi, atau jika akan ada program pengadaan bibit oleh PEMDA. Hanya tidak di setiap daerah terdapat penangkar yang menyediakan bibit sawit unggul.

Cara lain mendapatkan bibit unggul adalah dengan membeli dari pekebun yang tidak jadi menanam sawit. Tentu ini adalah kejadian yang langka, mengingat saat ini harga TBS masih sangat menarik. Biasanya salah satu penyebabnya adalah karena terjadinya masalah dengan legalitas lahan. Hanya saja tentu calon pembeli harus hati-hati mendapatkan bibit melalui cara ini karena bisa saja bahan tanam tersebut tidak diperoleh dari sumber benih yang legal. Itu sebabnya sangat disarankan agar bibit yang akan dibeli disertifikat ulang oleh petugas dari Balai Pengawasan Benih.

Oleh sebab, bagi pekebun ada baiknya untuk melakukan perencanaan pengadaan bahan tanaman khususnya bibit. Perlu dipahami bahwa bibit siap tanam pada dasarnya tidak selalu tersedia sesuai jumlah dan umur tanaman yang diinginkan. Namun untuk benih dalam bentuk kecambah stok relatif banyak, mengingat saat ini adalah 9 sumber benih yang menyediakan bahan tanam dalam bentuk kecambah. Maka cara terbaik menjamin ketersedian bibit saat akan melakukan penanaman adalah dengan melakukan pembibitan sendiri yang bersamaan saat pembukaan kebun. Atau melakukan kerjasama dengan penangkar untuk membibitkan kecambah yang diperoleh dari sumber benih yang nantinya diserahkan pada saat akan tanam.

Jika ingin mendapatkan bibit dari penangkar tanpa harus membeli kecambah, disarankan 1 tahun sebelum jadwal penanaman sebaiknya pekebun sudah melakukan survey ketersediaan bahan tanam di sekitar kebun. Cara termudah untuk mendapatkan informasi adalah dengan menghubungi Dinas Perkebunan setempat.

Jika ternyata tidak ada penangkar yang melakukan kerjasama waralaba dengan sumber benih, ada baiknya pekebun membeli kecambah dari produsen benih. Namun jika ada penangkar yang berwaralaba sebaiknya pastikan apakah mereka sudah terikat kontrak untuk pengadaan atau tidak. Jika belum, sebaiknya lakukan pemesanan awal untuk nantinya disalurkan pada saat tanam.

Tanpa adanya strategi demikian dan berharap bisa mendapatkan bibit pada saat akan tanam dengan mencari daerah dekat dengan kebun, maka hal itu bisa menciptakan resiko. Yakni, tidak mendapatkan bibit atau mendapatkan namun tidak jelas kualitasnya.

Sumber: www.mediaperkebunan.net

Kamis, 29 Desember 2011

VARIETAS UNGGUL PT SAIN

Produksi minyak sawit dan inti sawit di dunia mencapai sekitar 51 juta ton. Dari sekitar 13 juta hektar tanaman produktif setidaknya bernilai US$46 miliar. Berdasarkan data Oil World tahun 2010, minyak sawit menguasai perdagangan minyak nabati internasional. Indonesia sendiri menyumbang 49% dari produksi tersebut, disusul Malaysia sebanyak 37% dan sisanya negara-negara lain, seperti Colombia, Ivory Coast, Nigeria, dan Papua New Guinea.

Bagi Indonesia minyak kepala sawit merupakan komoditas penting. Komoditi ini mampu menghasilkan 21,1 juta ton minyak kelapa sawit dari sekitar lebih 7,8 juta hektar perkebunan. Tak heran jika minyak kelapa sawit mampu menyumbang devisa US$11,3 miliar buat perekonomian Indonesia dan menyerap langsung sekitar 4,5 juta tenaga kerja.

Selain itu sektor industri minyak kelapa sawit merupakan salah satu perangkat penting dalam pembangunan sosial-ekonomi, khususnya untuk daerah pedesaan. Areal tanaman kelapa sawit diperkirakan meningkat terus hingga 12 juta hektar pada tahun 2015.

Di sisi lain, pemuliaan benih kelapa sawit pun terus berkembang pesat. Hal ini lantaran untuk mencari bibit unggul yang mampu memproduksi kelapa sawit yang tinggi dan berkualitas. Demikian juga dengan Indofood group melalui anak usaha di perkebunan kelapa sawit yakni PT Salim Ivomas Pratama (SIMP) dan PT PP London Sumatera Tbk (Lonsum).

Kedua anak usaha di bawah bendera Salim group itu diharapkan dapat menjamin kesinambungan suplay minyak kelapa sawit bagi proses manufaktur pangan dan lainnya. Di samping itu juga sebagai sumber pendapatan tambahan. Dengan demikian sekaligus juga turut memajukan pembangunan sosial-ekonomi pedesaan.

Indofood sendiri memiliki landbank seluas 400.000 hektar yang di antaranya 200.000 hektar telah ditanam dan 90% merupakan kelapa sawit. Diperkirakan laju penanaman dan replanting kelapa sawit dalam Salim group mencapai sekitar 35.000 hektar per tahun.

Untuk mendukung program ini, Indofood juga melalui anak usaha lainnya yakni PT Sarana Inti Pratama (SAIN) pada tahun 1998 membuat kebijakan strategis untuk memulai program pemuliaan tanaman dan produksi benih kelapa sawit. Kebijakan ini sekaligus mempersingkat prosesnya dengan cara mengintroduksi bahan pemuliaan yang sudah unggul dari ASD Costa Rica.

Menurut Head of Plant Breeding PT SAIN, Tatang Tahir Kusnadi, tujuan program pemulian ini untuk menghasilkan hibrida DxP berkualitas unggul dengan hasil dan kualitas minyak yang tinggi. Sehingga pada akhirnya demi mendukung upaya pengembangan perkebunannya.

Kapasitas produksi benih perlu memiliki batasan supaya produksinya menjadi efisien dari segi kualitas dan kuantitas. “Surplus benih akan dipasarkan kepada pihak ketiga, sedangkan tambahan pendapatan yang diperoleh diinvestasikan kembali untuk penelitian pemuliaan tanaman selanjutnya,” ungkap Tatang.

Keragaan Kualitas Benih

Projeni terpilih maupun projeni RRS II memiliki kadar mesokarp + inti (M/B + I/B) yang baik yakni masing-masing 85,6% dan 85,8% dibandingkan projeni SC yang hanya 83,9%, walaupun kadar I/B projeni SC lebih tinggi yaitu 6.8%. Projeni hibrida terpilih maupun projeni RRS II memiliki rendemen total minyak (TOER) yang lebih tinggi yakni masing-masing 27,9% dan 27,4% dibandingkan projeni SC yang hanya sebesar 24,6%.

Projeni terpilih memiliki kandungan minyak dalam mesokarp segar (Mi/M1) dan rendemen minyak sawit (OER) yang lebih baik yaitu masing-masing 58,9% dan 26,2% dibandingkan projeni SC dan RRS II. Walaupun rendemen minyak intinya relatif rendah, namun projeni terpilih menunjukkan rendemen total minyak (TOER) yang lebih baik yaitu 27,9%.

Rangkuman nilai rerata projeni hibrida terpilih

1. Produksi total minyak (TO1, umur 4-7 thn) ton/ha/thn

2. Potensi produksi minyak total (TO2, umur 6 thn) ton/ha/thn

3. Potensi produksi TBS (FFB2, umur 6 thn) ton/ha/thn

4. Pertumbuhan meninggi yang relatif baik = 62,8 cm/tahun

5. Rendemen CPO = 26 %

6. Rendemen minyak total (TOER) = 28,7%

Dalam percobaan ini, PT SAIN telah menempuh jalur cepat dalam program pemuliaan kelapa sawit dan produksi benihnya dengan cara mengintroduksi dari ASD Costa Rica pada tahun 1998 sebanyak 99 projeni hibrida DxT/P (RRS II) berikut selfing/sibbing tetuanya melalui pendekatan pemuliaan RRS (reciprocal recurrent selection) yang selanjutnya ditanam pada tahun 2002/2003 di Kebun Perbenihan Lindai.

Berdasarkan hasil produksi selama 4 tahun pertama, telah dipilih 25 projeni hibrida yang menghasilkan total minyak (=TO1) terbaik dengan intensitas seleksi 25% untuk reproduksi benih hibrida komersial dengan menggunakan selfing/sibbing tetuanya.

Perkiraan performa rata-rata produksi umur 4-7 thn (ton/ha/thn) dari projeni hibrida terpilih yang terdiri dari 4 sumber genetik berbeda adalah TO1 = 7,9, CPO1 = 7,4, PKO1 = 0,45 dan FFB1 = 27,5. Perkiraan potensial produksi pada umur 6 tahun (ton/ha/tahun) adalah TO2 = 9,4 , CPO2 = 8,9 , PKO2 = 0,54 , FFB2 = 32,7.

HINC = 64 cm/thn dan RL = 506 cm.

Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa kualitas hibrida SAIN yang terdiri dari varietas Calabar, Ekona, Ghana dan Yangambi menunjukan hasil memuaskan. Dalam sidang TP2V pun dalam putusannya menyetujui keempat varietas benih kelapa sawit PT SAIN disetujui untuk dilepas.

Sumber: Media Perkebunan Online

Senin, 12 Desember 2011

SOCFINDO MENGIDENTIFIKASI SAWIT TAHAN GONODERMA

Gonoderma merupakan momok pada perkebunan kelapa sawit khususnya pada kebun-kebun yang sudah replanting. Karena hingga saat ini belum ada pestisida yang mampu mengatasi penyakit ini secara efektif.

Namun kabar baiknya, PT Socfindo sudah berhasil mengindentifikasi jenis-jenis tanaman yang resisten terhadap Gonoderma. Menurut Eko Darmawan,Kabag Pemasaran PT Socfindo, sudah ditemukan beberapa persilangan yang tahan penyakit diakibatkan jamur tersebut, meskipun masih bersifat partial resistant.

“Saat ini Socfindo sedang melakukan konfirmasi ulang agar bisa diperoleh tanaman sawit yang benar-benar tahan Gonoderma. Mudah-mudahan tahun 2013 varietas ini sudah bisa kami rilis”, tuturnya.

Socfindo sendiri merupakan salah satu sumber benih yang berada di Sumatera Utara. Adapun varietas unggulan yang ditawarkan antara lain DxP Unggul Socfindo (L) dan DxP Unggul Socfindo (Y). Dengan keunggulan, produksi rata-rata hingga 30 ton TBS /ha/tahun dan rendemen minyak dari sawit asal Socfindo bisa mencapai 25 persen.

Sumber: www.mediaperkebunan.net

Minggu, 30 Oktober 2011

MENYIKAPI PERMINTAAN PEKEBUN SWADAYA


Saat ini tengah terjadi demam kelapa sawit. Sehingga banyak orang yang ingin memiliki kebun kelapa sawit entah dalam skala kecil maupun menengah secara swadaya. Persoalannya, mendapatkan benih dalam jumlah kecil ternyata tidak mudah.

Sebagian besar sumber benih menetapkan jumlah minimal pemesanan, yakni umumnya 5000 butir kecambah. Pertimbangannya adalah untuk efisiensi administrasi dan mencegah terjadi pemalsuan dokumen, bukti legalitas benih. Karena jika diperbolehkan membeli 100 biji, dengan harga Rp. 6.000/ biji, maka seorang oknum sudah bisa mendapatkan sertifikat dan dokumen pendukung hanya dengan mengeluarkan dana sebesar Rp. 600.000,-. Kemudian surat-surat yang dipalsukan tersebut bisa digunakan menjual kecambah ilegal.

Hanya saja kondisi ini menyulitkan pekebun mendapatkan benih bermutu, mengingat saat ini kecenderngan yang terjadi, pengembangan sawit lebih banyak dilakukan perseorangan. Mengingat, pembangun kebun oleh perusahaan swasta semakin menurun akibat terbatasnya jumlah lahan dalam skala luas untuk membangun kebun kelapa sawit serta adanya moratorium pengembangan kelapa sawit yang membatasi pembangunan kebun kelapa sawit oleh swasta.

Secara kolektif kebutuhan benih saat ini masih cukup tinggi, namun dalam skala yang kecil-kecil, umumnya kurang dari 5000 kecambah. Jelas sumber benih tidak akan melayani kebutuhan dalam partai kecil.

Oleh sebab itu perlu peran serta pemerintah, khususnya Dinas Perkebunan Propinsi atau Kabupaten, untuk memfasilitasi permintaan benih masyarakat. Caranya dengan mengorganisirnya sehingga secara kolektif hingga lebih dari 5000 butir, dan selanjutnya menjadi penghubung dengan sumber benih. Ketika sumber benih mengalokasi benih maka pemerintah juga yang kemudian membagi-bagikan kecambah pada masyarakat.

Tanpa adanya upaya tersebut, akan sangat besar kemungkinan masyarakat menggunakan benih palsu karena benih unggul sulit didapat. Jika itu terjadi maka pada akhirnya pekebun akan dirugikan karena rendahnya produktivitas tanaman.

Selasa, 11 Oktober 2011

BIBIT BIO-FOB


Bibit atau benih merupakan salah satu faktor produksi yang sangat penting dalam usaha tani tanaman pertanian,perkebunan dan hortikultura. Beberapa patogen berbahaya seperti Fusarium, Phytopthora, Phytium, Sclerotium dapat terbawa melalui bibit/benih yang digunakan.

Untuk memperoleh benih bermutu yaitu bebas dan toleran penyakit maka formula BioFOB adalah solusinya. Penggunaan formula telah berhasil dilakukan pada beberapa tanaman seperti cabe, tomat, padi, lada,vanili, tembakau dan nilam.

Bio-FOB, adalah formula dengan bahan aktif (b.a) spora Fusarium oxysporum non patogenik (Fo. NP). Untuk aplikasi dilapangan telah disiapkan 4 macam formula yang sudah dipaten pada Ditjen HAKI

Formula BioFOB digunakan untuk memproduksi bibit sehat dan toleran terhadap penyakit tertentu. Hasil penelitian dapat diketahui manfaat formula BioFOB pada tanaman antara lain:

1) Menginduksi/meningkatkan ketahanan tanaman terhadap infeksi patogen penyakit terutama yang disebabkan oleh

2) Menyeleksi bibit yang telah terinfeksi oleh patogen, sehingga mencegah peluang patogen penyakit terbawa

3) Menghasilkan bibit yang bermutu dan bebas patogen penyakit.Merangsang pertumbuhan dan masa produktivitas tanaman akan lebih lama dibanding cara konvensional.

Selasa, 04 Oktober 2011

KEBUN SAWIT SAYA MERUGI KARENA PUPUK

Suatu ketika seorang pengusaha konveksi menceritakan mengapa ia terpaksa menjual kebun sawitnya seluas 50 ha. “ Wah, pak, kayaknya aneh ya masa-masa sekarang ada orang jual kebun sawit”, tanya saya.

“ Ya, harusnya begitu pak. Tapi saya salah manajemen. Saya dibohongi pengelola kebun saya. Saya setiap tahunnya mengeluarkan banyak uang untuk pemeliharaan. Terutama untuk pupuk. Berulang kali pengelola kebun saya minta dikirimi uang, katanya untuk pupuk. Tapi entah kenapa begitu dikurangi hasil yang saya terima ternyata tidak signifikan”, keluhnya.

“Karena menurut saya hasil dari kebun ini tidak terlalu menarik maka saya jual dan saya tanamkan untuk investasi lain”, ditambahkannya.

Tentu ini adalah masalah yang sering dihadapi investor sawit yang menyerahkan kebunnya untuk dikelola orang lain. Seringkali pengelola yang ingin mendapatkan “untung jangka pendek”, menggunakan alasan “pembelian pupuk” untuk mendapatkan uang.

Oleh sebab itu setiap investor sawit, dan tidak berada selalu dikebun harus paham tentang pemupukan kelapa sawit. Harus tahu trik-trik mengaudit pemupukan.

Maka untuk membantu Anda para investor sawit, kami dari brother consultant menawarkan layanan rekomendasi pemupukan kelapa sawit. Melalui jasa ini Anda bisa mengetahui:

1.Apa saya pupuk yang dibutuhkan oleh tanaman Anda?
2.Kapan dibutuhkan?
3.Dan berapa banyak dibutuhkan?
4.Serta Anda tahu bagaimana ciri tanaman yang dipupuk atau tidak?

Kami akan memberikan rekomendasikan pemupukan, merancang SOP pemupukan dan melatih Anda cara mengaudit kegiatan pemupukan. Bagi yang yang tertarik bisa menghubungi kami melalui nomor 085925077652

Senin, 19 September 2011

PM Consulting: Palm Oil & Mining Reclamation Consulting

PM Consulting, merupakan wadah dari para pakar, praktisi perkebunan, hukum dan lingkungan untuk dapat memberikan layanan berupa:

1. Pengurusan izin perkebunan
2. Rancangan, pembangunan dan pengelolaan kebun kelapa sawit
3. Reklamasi lahan tambang
4. AMDAL
5. Studi kelayakan kebun kelapa sawit
6. Studi kelayakan areal kebun untuk kelapa sawit
7. Bantuan penyediaan benih kelapa sawit
8. Reklamasi lahan tambang

Dengan jaringan yang luas dan para pakar yang berpengalaman di bidang perkebunan dan lingkungan, kami siap memberikan layanan terbaik bagi Anda yang membutuhkan. Kami dapat dihubungi melalui nomor 085925077652 atau kunjungi kantor kami di

Kantor Pusat Departemen Pertanian
Jl. Harsono RM No. 3
Gedung C, Lantai 5
Ragunan-Jakarta 12550
Email: hendrasipayung@yahoo.com