;

Senin, 21 Desember 2009

BIBIT OKULASI KARET PALSU VS ASLI

Informasi di bawah ini akan sangat bermanfaat bagi rekan-rekan yang ingin membeli bibit karet unggul. Di bawah ini adalah perbedaan ciri bibit okulasi palsu dengan yang asli.


Ciri-ciri okulasi palsu:
Jendela Okulasi memiliki mata rata dan kulit halus, sudut tunas kecil (180 derajat), warna Tunas coklat kemerahan dan jumlah daun 5-7 helai.


Ciri-ciri okulasi asli:
Jendela Okulasi memiliki mata nonjol dan kulit bergaris-garis, sudut tunas lebar (420 derajat), warna Tunas hijau dan jumlah daun 10 -13 helai.

Kamis, 17 Desember 2009

TENERA, TIPE SAWIT UNGGUL UNTUK KOMERSIAL

Hampir sebagian besar tanaman kelapa sawit unggul untuk kepentingan komersial adalah berjenis TENERA. Dimana jenis tersebut dihasilkan dengan menyilangkan DURA dan PSIFERA. Sedangkan jenis sawit yang tidak unggul umumnya berjenis DURA atau PSIFERA.

Mengapa TENERA yang digunakan untuk kepentingan komersil? Karena jenis ini memiliki produksi dan rendeman tinggi, serta pengolahannya tidak merusak mesin. Sebaliknya untuk jenis DURA atau PSIFERA, produktivitas rendah, rendemen 16%, PKO tidak dapat dimanfaatkan karena cangkang tidak dapat dipecahkan dan dapat merusak mesin pabrik.

TENERA yang unggul tersebut hanya dihasilkan oleh sumber benih yang telah memiliki koleksi induk DURA dan PSIFERA terpilih. Sedangkan sawit asalan yang berjenis DURA atau PSIFERA umumnya dikumpulkan langsung dari kebun-kebun produksi (sumber: Dit. perbenihan dan Sarana Produksi).

Rabu, 09 Desember 2009

PROSEDUR PEMBELIAN KECAMBAH SECARA LANGSUNG


Kecambah sawit unggul bermutu hanya dapat diperoleh melalui mekanisme yang tepat, agar konsumen bisa terhubung dengan sumber yang sah. Adapun tahan-tahapan mendapatkan kecambah melalui pembelian langsung adalah sebagai berikut:

1. Calon pembeli mengajukan permintaan pembelian Kecambah Kelapa Sawit (KKS) ke Produsen.

2. Produsen menjawab resmi permintaan pembelian dan menjelaskan kesanggupan waktu pengalokasian, syarat pembelian dan harga KKS.

3. Calon pembeli mengajukan permohonan SP2B-KS (Surat Persetujuan Pembelian Benih-Kelapa Sawit) ke Dinas Perkebunan Tingkat I/Tingkat II di lokasi tanam calon pembeli.
SP2B-KS resmi dari Disbun diserahkan ke Produsen beserta jawaban persetujuan atas rencana alokasi KKS.

4. SP2B-KS resmi dari Disbun diserahkan ke Produsen beserta jawaban persetujuan atas rencana alokasi KKS.

5. Produsen mengeluarkan surat perjanjian jual beli KKS.

6. Pembeli menandatangani surat perjanjian jual beli dan memenuhi persyaratan jual beli.

7. Pembeli dapat mengambil KKS di lokasi Produsen.

8. Pembeli menerima Dokumen : Packing List, Berita Acara Serah Terima Barang & dokumen lainnya saat pengambilan KKS.

9. Produsen mengirimkan Sertifkat Kecambah kepada pembeli.

10. Produsen melaksanakan kunjungan purna jual.

Tentu mekanisme berlaku untuk seluruh sumber benih kelapa sawit yang ada di Indonesia yang saat ini ada 8 produsen benih (lihat daftarnya di blog ini)

Jumat, 04 Desember 2009

Miyabi (Maria Ozawa) Vs Seminar Investasi Saham


Apakah Anda adalah salah seorang yang kagum dengan kesuksesan Miyabi secara materi. Sehingga kemudian berpikir untuk melakukan hal terlarang alias xxx agar menjadi kaya raya dan populer?

Sadarkan diri Anda!!

Anda banyak cara, salah satunya adalah dengan mencoba peruntungan dalam pasar modal atau bursa saham. Anda bisa kaya raya dengan cara yang lebih terhormat. Namun Anda harus punya daya analisa yang tajam. Sehingga tidak seperti Miyabi yang hanya bisa berdesah-desah gombal untuk mendapatkan uang.

Agar Anda tidak terjebat oleh cara-cara sesat ala Miyabi, maka kami akan menyelenggarakan Seminar Investasi Saham, yang akan membahas seluk beluk pasar modal dan bagaimana cara mendapatkan keuntungan daripadanya. Rencananya akan dilaksanakan pada Bulan April 2009.

Untuk memanaskan perang antara cara yang benar vs cara yang xxx untuk mendapatkan kekayaan. Pihak panitia telah mengundang Miyabi untuk hadir di seminar ini. Tujuannya tidak untuk membuat gadis muda itu mempertontonkan tubuhnya. Melainkan menobatkannya dengan memberi inspirasi tentang pasar saham Indonesia. Barangkali kemudian ia mau menanamkan uang panasnya di Bursa Efek Jakarta (BEJ)

Untuk minat keikutsertaan silahkan menghubungi Panitia Melalui
Telp: 021-78846587
Fax : 021-78846587
Email: media_perkebunan@telkom.net

Rabu, 02 Desember 2009

Lounching Bisnis Benih Center

Sebagai lanjutan layanan dari blog ini, kami juga mencoba untuk menyediakan bibit melalui jaringan "BISNIS BENIH CENTER". Dimana usaha ini didukung sistem jaringan yang bersifat nasional.

"Bisnis Benih Center", terdiri atas beberapa biro, yakni biro Jakarta, Sumsel, Bengkulu, Banten, Kalteng, Kalsel, Kaltim dan Sulteng. Dimana biro Jakarta bertugas sebagai operator dan marketing, dan menghubungkan calon konsumen ke biro terdekat. Sedangkan biro daerah bertugas sebagai penyedia benih, melayani kunjungan konsumen dan penetapan negosiasi harga.

Adapun bibit yang kami jual antara bibit Kelapa sawit Varietas Marihat asal PPKS Medan dan TN 1 asal PT. BTN, melalui kerjasama waralaba dengan sumber benih tersebut. Penyediaan bibit ini ada pada biro daerah kecuali Banten dan Sulawesi Tengah.

Biro Banten khusus untuk penyediaan bibit sengon dan biro Sulteng khusus untuk kakao.

Adapun langkah pemanfaatkan layanan kami adalah dengan cara:

1. Mengsms ke nomor 085925077652 dengan format nama_instansi_komoditi_lokasi kebun_kebutuhan

2. Anda dihubungkan dengan biro terdekat

3. Berhubungan langsung dengan biro daerah

4. Kunjung ke kebun untuk melihat mutu bibit sekaligus mengecek kelengkapan dokumen legalitas

5. Melakukan transaksi dengan sistem pembayaran yang disepakati

6. Pengiriman bibit


Dan seluruh bibit yang disalurkan disertifikasi oleh Balai Benih sebelum diserahkan kepada konsumen

Jumat, 20 November 2009

Menawarkan Bibit Sawit Unggul asal PNG (Impor)



Bagi rekan-rekan yang membutuhkan bibit siap tanam, kami menawarkan bibit unggul asal New Britain Palm Oil Ltd (NBPOL) Papua New Guinea (PNG). Dengan potensi produksi bisa mencapai 30 s.d 25 ton, mulai berproduksi 2 tahun setelah tanaman dengan potensi produksi 10 ton, rendemen 25 persen ( konfirmasi data kunjungi http://www.nbpol.com.pg/research/seeds.html ) .

Saat ini bibit yang siap kami jual adalah sebanyak 100.000 batang ukurang 2 meter dengan umur 18 bulan lokasi Bengkulu.

Bibit ini diimpor oleh perusahaan sawit di Bengkulu, namun karena masalah dengan lahan, maka bibit ini tidak bisa ditanaman. Maka kami menjual bibit ini kepada pihak lain dengan dasar legalitas SK Impor dari Menteri Pertanian, dan surat pengalihan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan. Atau dapat mengkonfirmasi ke Balai Benih Perkebunan di Propinsi Bengkulu.

Bagi rekan-rekan yang berminat dapat menghubungi kami melalui nomor 085925077652.Dan kami sangat mengharapkan agar sebelum pembelian calon pembeli untuk melihat kondisi bibit dan kami siap untuk mengantarkan Anda ke lokasi.

Minggu, 01 November 2009

HEBATNYA VARIETAS SAWIT TANIA SELATAN


Mungkin banyak jenis kelapa sawit yang dapat mencapai produksi tinggi pada tanah subur yang ideal untuk sawit. Namun adakah varietas yang masih mampu berproduksi tinggi pada lahan kelas 3 maupun lahan marginal? Ironisnya lahan yang tersedia saat untuk pengembangan sawit adalah kategor kelas 3 atau tanah marginal.

Namun beruntunglah calon pekebun sawit karena saat ini tersedia bahan tanam unggul dengan jenis Tania Selatan 1 (TS1), Tania Selatan 2 (TS2) maupun Tania Selatan (TS3). Varietas ini dihasilkan oleh produsen benih PT. Tania Selatan yang berlokasi di Palembang, Sumatera Selatan.

Keunggulan dari varietas ini adalah masih dapat mencapai produksi hingga 25-28 ton per ha per tahun meskipun ditanam di tanah kelas 3.Dan jenis ini sudah berproduksi setelah ditanam 2 s.d 3 tahun di pertanaman. Menariknya, saat ini stok tersedia dan siap untuk disalurkan kepada masyarakat.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi pengelola blog ini

SAWIT TIDAK BERBUAH, PETANIPUN MERINGIS


Benih oplosan ketika dipasarkan tampak mengiurkan. Harga murah, produksi diklaim tinggi oleh si penjual, ditambah dengan layanan pengiriman sampai lokasi penanaman. Namun ketika ditanam, petani baru menyadari dampaknya. Ternyata tanaman lambat berbuah dengan tingkatproduksi rendah atau tidak berbuah sama sekali.

Demikian pulalah nasih 2 petani di Kabupaten Paser di Propinsi Kalimantan Timur. Saat ini mereka hanya bisa mengelus dada, setelah menyaksikan perkebunan sawitnya tidak kunjung mendatangkan kekayaan.

Salah satu petani yang naas tersebut telah menanam hampir 25 ha selama kurang lebih 6 tahun. Ironisnya hingga saat ini belum berbuah. Padahal menurut pengekuannya biaya yang ia keluarkan sudah cukup besar, mulai dari land clearing hingga perawatan tanaman.

“ Ini semua gara-gara saya nekat menggunakan benih tidak bermutu. Ingin mendapatkan benih murah, malah saya akhirnya rugi saat ini”, dimikian penuturannya.

Karena tidak lagi yakin tanamannya bakal menghasilkan, maka ia memutuskan akan membongkar kebunnya. Dan sawit-sawit yang tidak produktif tersebut akan digantukan tanaman baru yang bahan tanammnya berasal dari sumber benih resmi. “Lebih baik begitu, meskipun mengeluarkan biaya, tapi ini lebih baik dari pada terus menerus merugi”, ungkapnya.

Namun lain lagi dengan petani lainnya di tempat yang sama. Lahannya hanya sawitnya hanya 6 ha dan ia sudah menanam selama 7 tahun. Sialnya dari hasil investigasi tim dari Balai Pengawasan Beni di Kalimantan Timur diketahui seluruhn tanamannya adalah pejantan alias psifera. Hanya menghasilkan serbuk sari namun tidak memproduksi buah . Dan karena lagi memiliki dana maka ia hanya bisa menunggu pasrat, moga-moga terjadi keajaiban dan tanamannya mulai berbuah. Iapun mendapatkan bahan tanamannya dari penangkar ilegal.

Oleh sebab itu penggunaan benih sawit unggul bermutu merupakan keharusan bagi setiap pekebun sawit. Dimana bahan tanaman unggul hanya dapat diperoleh melalui 8 sumber benih (PPKS, PT Socfindo. PT. Lonsum. PT. Bina Sawit Makmur, PT. Dami Mas Sejahtera, PT. Tunggal Yunus, PT. Tania Selatan dan PT. Bakti Tani Nusantara) maupun penangkar yang memiliki kerjasama waralaba dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan dan PT. Bakti Tani Nusantara. Jika tidak, nasib maka calon petani sawit bisa mengalami nasih naas seperti dua petani asal Kalimantan Timur di atas.